CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Atap sejumlah rumah warga di Kampung Kladar, Distrik Waan, Kabupaten Merauke dilaporkan rusak akibat dihantam angin puting beliung.
Peristiwa ini terjadi sejak Rabu, Kamis, Jumat dan puncaknya pada Sabtu (21/3) lalu.
Kepala Kampung Dafnawanga, Distrik Waan, Eron Awi melalui sambungan video call, dari Kampung Kladar, menunjukan sejumlah rumah warga yang atapnya rusak akibat dihantam puting beliung tersebut.
‘’Tapi ada juga warga yang coba memasang atapnya kembali, tapi karena tidak ada paku seng sehingga menggunakan kayu balok untuk menahannya,’’ kata Eron Awi sambil menunjukan rumah yang dimaksud lewat video call tersebut, Sabtu (28/3/2026).
Eron Awi menjelaskan, rumah yang atapnya diterbangkan angin puting beliung namun pemilik rumah belum memiliki atap seng untuk menggantinya terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya yang atap rumahnya tidak diterbangkan angin.
‘’Warga yang atapnya diterbangkan angin terpaksa harus nginap di tetangga atau keluarga terdekatnya,’’ jelasnya.
Kejadian ini, lanjut dia, tidak hanya dialami warga di Kampung Kladar, tapi juga dialami warga di Kampung Konorau dan Tor. Karena kedua kampung ini berhadapan langsung dengan laut lepas seperti Kampung Kladar.
‘’Tapi paling parah ada di kampung Konorau. Cuma saya belum sempat ke sana,’’ jelasnya. Sedangkan 3 kampung lainnya di Distrik Waan, lanjut Eron Awi, masih aman karena ketiga kampung tersebut tidak berhadapan langsung dengan laut terbuka.
Selain dihantam angin puting beliung, ketika kampung tersebut juga dilanda air pasang laut yang membuat tanaman warga terendam air garam. Bahkan banjir air pasang tersebut belum sepenuhnya surut.
‘’Kami belum lapor ke pak distrik dan baru akan kami laporkan kejadian ini,’’ tandasnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser