
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan efektivitas sekaligus menekan pemborosan anggaran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa penyaluran MBG kini hanya dilakukan pada hari sekolah dan tidak lagi diberikan saat hari libur.
Adapun kebijakan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Sebelumnya, MBG disalurkan hingga enam hari dalam sepekan, termasuk pada hari libur.
Namun, pola tersebut dinilai kurang optimal dalam menjangkau sasaran utama.
“Kalau kemarin enam hari, hari libur juga dikasih. Ternyata kurang efektif. Jadi kita putuskan MBG itu hari sekolah saja, lima hari,” ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
Sementara itu perubahan skema ini berdampak signifikan terhadap efisiensi anggaran.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut penghematan yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp.20 triliun per tahun.
“Ya, kita prediksi kurang lebih Rp.20 triliun per tahun,”ungkap Dadan.
Meski demikian, pemerintah tetap memberikan perlakuan khusus bagi wilayah tertentu, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi.



