Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPR RI Dukung WFH Swasta, Yahya Zaini Ungkapkan Alasannya dan Hari Ideal

Y
Ilustrasi WFH. (JAWAPOS)
Ilustrasi WFH. (JAWAPOS)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan work from home (WFH) bagi karyawan swasta. 

 

Ia menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk mendorong efisiensi energi sekaligus mengurangi beban pengeluaran pekerja.

Advertisement

 

“Saya mendukung kebijakan WFH yang diterapkan pemerintah dengan tujuan melakukan efisiensi penggunaan energi,"ujar Yahya di Jakarta baru-baru ini.

 

Advertisement

Menurutnya, dengan WFH, para pegawai dan karyawan dapat menghemat penggunaan energi dan finansial.

 

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, penerapan WFH tidak hanya berdampak pada penghematan listrik di perkantoran, tetapi juga mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) karena berkurangnya mobilitas harian pekerja.

 

Advertisement
Editor : Yohanes Palen

Artikel Terkait

Sah, APBN 2027  Rp 4.106 Triliun, Optimis Mampu Percepat Pembangunan Daerah

Sah, APBN 2027  Rp 4.106 Triliun, Optimis Mampu Percepat Pembangunan Daerah

DPR RI telah mengesahkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 4.106,26 triliun. Nil

Picu Persoalan Sosial, DPR RI Dorong Aturan Desil BPS Terkait Bansos Dievaluasi 

Picu Persoalan Sosial, DPR RI Dorong Aturan Desil BPS Terkait Bansos Dievaluasi 

Komisi X DPR RI mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan data desil Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai

Waspada! Ancaman Kedaulatan Negara Alami Transformasi, Dari  Konvensional Militeristik ke  Digital d

Waspada! Ancaman Kedaulatan Negara Alami Transformasi, Dari  Konvensional Militeristik ke  Digital d

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendorong DPR dan pemerintah segera memproses Rancangan Undang-Undang tentang Antispionase karena ancam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer