Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kisah Haru Manu Wanggai: Air Mata yang Jatuh di Stadion Gresik United

Yohanes Palen • 2026-03-23 05:43:31

EMOSIONAL. Ekspresi Imanuel Wanggai usai mencetak gol pembuka Persipura ke gawang Persegres GU pada pertandingan Torabika Soccer Championship 2016 yang digelar pada Minggu (11/12/2016)
EMOSIONAL. Ekspresi Imanuel Wanggai usai mencetak gol pembuka Persipura ke gawang Persegres GU pada pertandingan Torabika Soccer Championship 2016 yang digelar pada Minggu (11/12/2016)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Sepak bola kembali menghadirkan kisah haru yang membekas di hati para pecintanya.

Legenda hidup Persipura Jayapura, Imanuel Wanggai, menjadi sorotan saat air matanya pecah di Stadion Petrokimia, markas dari Persegres Gresik United.

Momen emosional itu terjadi dalam laga Torabika Soccer Championship 2016 yang digelar pada Minggu (11/12/2016), saat itu tuan rumah Persegres Gresik United menjamu Persipura.

Laga tersebut berakhir dengan kemenangan meyakinkan Persipura 3-0, yang sekaligus menjadi titik penting dalam perjalanan mereka menuju gelar juara TSC 2016.

Kisah haru bermula saat Wanggai mencetak gol pembuka bagi tim Mutiara Hitam pada menit ke-4.

Gol itu bukan sekadar membuka keunggulan, melainkan simbol perjalanan panjang, pengabdian, serta kecintaan seorang pemain terhadap klub yang telah membesarkan namanya.

Usai bola bersarang di gawang lawan, Manu Wanggai tampak larut dalam emosi. Ia berlari ke tepi lapangan sambil meneteskan air mata.

Rekan-rekan setimnya pun langsung menghampiri, memberikan pelukan hangat sebagai bentuk dukungan dan penghormatan.

Momen tersebut bahkan turut diabadikan oleh wartawan Cenderawasih Pos, Hans Palen, yang berada langsung dipingir lapangan di Stadion untuk memotret jalannya pertandingan dari kedua tim.

Suasana haru itu menjadi salah satu potret paling menyentuh dalam perjalanan karier sang legenda.

Dalam pertandingan itu, Persipura tampil dominan sejak awal. Gol cepat dari Manu Wanggai yang memanfaatkan umpan matang dari Edward Wilson membuat permainan semakin lepas, sementara tim lawan kesulitan mengembangkan permainan ketika itu.

Persipura akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-0. Selain gol dari Manu Wanggai, dua gol lainnya masing-masing dicetak oleh Osvaldo Haay dan Edward Wilson.

Kemenangan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Persipura menuju gelar juara TSC 2016.

Walaupun Penentuan gelar juara, baru mereka capai pada pertandingan terakhir
di Stadion Mandala Jayapura menghadapi PSM Makassar.

Pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu (18/12/2016) berakhir dengan kemengan Persipura dengan skor akhir 4-2.

Sementara itu air mata Manu Wanggai di Gresik menjadi bukti bahwa sepak bola bukan sekadar permainan.

Lebih dari itu, sepak bola adalah tentang kenangan, loyalitas, dan cinta yang tak lekang oleh waktu.

Kini, sang legenda telah pensiun dari dunia sepak bola. Namun namanya tetap dikenang, terutama atas kontribusinya membawa Persipura meraih berbagai gelar juara bersama Boaz Solossa dan rekan-rekannya.

Dikenal sebagai gelandang pekerja keras, Wanggai menjadi sosok penting di lini tengah bersama Lim Jun-sik dan Gerald Pangkali.

Di atas lapangan ia dikenal sebagai petarung yang tak kenal lelah, namun di luar lapangan ia tetap rendah hati dan bersahaja.

Usai gantung sepatu, Wanggai melanjutkan kiprahnya di dunia kepelatihan. Ia sempat menjadi asisten pelatih Persipura pada awal musim Liga 2 2025/2026 mendampingi Ricardo Salampessy.

Namun kebersamaan itu tak berlangsung lama setelah terjadi pergantian pelatih yang kini ditangani oleh Rahmad Darmawan.

Meski telah meninggalkan lapangan hijau, kisah dan dedikasi Manu Wanggai akan terus hidup di hati para pecinta sepak bola Papua dan Indonesia. (*).

Editor : Yohanes Palen
#persegres gresik #persipura