Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Lepas Gemah Takbir, Gubernur Apolo Ajak Umat Muslim Papsel Pertahankan Nilai-Nilai Keutamaan Ramadan

Yulius Sulo • Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:03 WIB

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melalui Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze dan Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah saat menabuh beduk, menandai pelepasan peserta gemah takbir keliling.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melalui Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze dan Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah saat menabuh beduk, menandai pelepasan peserta gemah takbir keliling.

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melalui Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze dan Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah melepas gemah takbir keliling Kota Merauke dengan menabuh beduk di Masjid Raya Al-Aqsa Merauke, Jumat (20/3/2026) malam.  

 

Gemah takbir keliling kota Merauke tersebut diikuti ratusan kendaraan roda empat dari PKM-PKM yang ada di dalam Kota Merauke. Namun gemah takbir keliling Kota Merauke ini juga diberikan penilaian untuk peserta yang memenuhi kriteria.   

 

‘’Ada 9 kendaraan yang mengikuti lomba karena telah memenuhi syarat perlombaan,’’ kata Ketua PHBI Papua Selatan H. Ali Syahbana. Ali Syahbana menambahkan, pelaksanaan takbir keliling yang dilasanakan ini sepenuhnya didukung Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Umat Muslim Masjid Al-Aqsa Merauke.  

 

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo atas nama pemerintah dan masyarakat Papua Selatan menyampaikan selamat Idul Fitri 1 Syahwal 1147 Hijriah. 

‘’Semoga amal kasih dan doa-doa kita selam bulan Suci berkenan diterima Allah Semesta Alam,’’ kata gubernur Apolo Safanpo. 

 

Mantan Rektor Uncen Jayapura ini mengajak seluruh umat Islam yang ada di Papua Selatan untuk terus mempertahankan nilai-nilai keutamaan Ramadan.    

 

"Bulan Suci adalah masa untuk melatih diri kita. Kita berlatih untuk berbuat kebajikan. Karena kebajikan bulan sekadar diketahui atau dipahami dan dimengerti. Tapi, harus bisa dilaksanakan,’’ katanya. 

 

Diungkapkan, selama 30 hari berpuasa di bulan Ramadan, ada 3 hal yang dilatih yakni doa, puasa dan sedekah. Doa bukan sekadar komunikasi dengan Tuhan. Doa juga bukan laporan harian kita kepada Tuhan. Tapi doa adalah pendidikan tentang akal sehat. Kuliah tentang akal sehat. 

 

‘’Doa mengajarkan kita untuk menggunakan akal, nurani dan hati kita,’’ jelasnya. 

 

Dikatakan, ditengah-tengah dunia yang hiruk pikuk, penuh dengan hiruk pikuk media sosial, doa mengingatkan kita bahwa tidak semua hal yang viral dan diributkan belum tentu kebenarannya.  

 

‘’Kita diminta untuk intropeksi. Tanpa doa, iman kita seperti hanya pendapat saja atau opini saja. Dengan kita berdoa, iman kita menjadi arah dan tujuan hidup kita. Bahwa asal dan tujuan hidup kita adalah, Tuhan semesta alam. Kita berasal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan. Karena itu, apa yang sudah kita latih selama bulan suci untuk terus kita teruskan. Bangun pagi berdoa, mau makan berdoa, mau kerja berdoa, mau tidur berdoa dan seterusnya,’’ katanya. 

 

Begitu juga dengan puasa. Puasa, lanjut dia, bukan sekadar bermati raga. Bukan sekadar bermati nazar. Puasa juga bukan hukuman bagi tubuh kita. 

 

‘’Tapi puasa mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan diri. Puasa mengajarkan kita bahwa tidak semua hal bis akita lakukan harus kita lakukan. Misalnya, kita punya uang banyak dan mampu untk membeli cilok di jalan. Tapi, tidak harus kita lakukan. Jadi puasa membimbing kita mengendalikan diri,’’ terangnya. 

 

Begitu juga dengan sedekah. Menurutnya, sedekah adalah bagian dari kejujuran yang tertinggi. ‘’’Kalau doa bisa kita pamer-pamerkan atau tunjukan kepada orang lain bahwa kita sedang berdoa. Begitu juga puasa bisa kita sembunyikan dari wajah kita yang serius. Tapi sedekah dia merupakan gerakan belas kasih yang muncul dari hati nurani kita. Tidak bisa dipalsukan,’’ jelasnya. 

 

Karena itu, Gubernur Apolo Safanpo mengajak umat Muslim Papua Selatan agar apa yang sudah dilatih selama bulan Suci Ramadan untuk dilaksanakan menjadi bagian dan karakter diri kita dan dapat dilaksanakan dalam kehidupan selanjutnya. 

 

 

    Sementara dari pengumuman panitia PHBI Provinsi Papua Selatan, yang menjadi pemenang lomba gemah Takbir Keliling 1 Syawal 1447 Hijriah tersebut adalah DKM Masjid Raya Al-Aqsha Merauke, PKM ⁠Masjid Nurul Husna Polder, PKM Masjid Baiturrahmah Ahmad Yani, PKM Masjid Al-Ikhlas TNI AU, PKM Mesjid Ar-Raudhah Blorep dan PKM Masjid ⁠Hadrah Syifaul Qulub Kodim 1707. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Apolo Safanpo #takbiran #Ceposonline.com #PAPUA SELATAN