Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Mentan Andi Amran Sebut Pengkritik MBG Tak Pernah Rasakan Miskin

Yohanes Palen • Selasa, 7 April 2026 - 13:23 WIB
Mentan Andi Amran Sebut Pengkritik MBG Tak Pernah Rasakan Miskin.
Mentan Andi Amran Sebut Pengkritik MBG Tak Pernah Rasakan Miskin.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap datang dari pihak yang tidak memahami kondisi nyata masyarakat miskin.

 

Menurutnya, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan pangan, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian desa dari hulu hingga hilir.

 

“MBG jangan dilihat berdiri sendiri. Ini penggerak ekonomi di desa, dari hortikultura, sayur-sayuran, hingga peternak ayam dan telur semuanya bergerak. Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin,” ujar Amran di Makassar, Senin (6/4/2026).

 

Amran menjelaskan, program MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami kekurangan gizi.

 

Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek. 

 

Pasalnya, sebagian besar penerima manfaat seperti siswa SD, SMP, dan SMA belum memiliki hak pilih dalam pemilu.

 

“Ini investasi untuk anak-cucu kita. Kita tidak boleh ego, karena masih banyak anak-anak yang kelaparan dan angka stunting kita masih di kisaran 21 persen,” tegasnya.

 

Lebih jauh, Amran menilai MBG memiliki dampak ekonomi yang besar karena menciptakan permintaan langsung terhadap produk pertanian dan peternakan. 

 

Ia menyebut jutaan pelaku usaha kecil akan ikut merasakan manfaat dari perputaran anggaran program tersebut.

 

“Bayangkan jika ratusan triliun rupiah berputar di desa. Peternak ayam, telur, sapi, dan kambing semuanya bergerak. Ini menjadi off-taker besar bagi produk petani dan peternak,"bebernya.

 

Sementara itu untuk memperkuat dampak tersebut, pemerintah mengintegrasikan MBG dengan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih guna memangkas rantai distribusi pangan yang selama ini dinilai panjang.

 

“Dari petani langsung ke koperasi desa, lalu ke konsumen. Rantai pasok yang dulu panjang bisa dipangkas, sehingga keuntungan lebih besar dinikmati petani dan masyarakat,”ungkap Amran.

 

Ia menambahkan, sinergi antara MBG, koperasi desa, dan hilirisasi sektor pangan dirancang sebagai satu kesatuan strategi untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional.

 

Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong hilirisasi protein melalui pembangunan peternakan terintegrasi dengan melibatkan BUMN.

 

Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan pakan, bibit, serta menjaga kestabilan harga bagi peternak kecil.

 

Dengan berbagai upaya tersebut, Amran optimistis program MBG tidak hanya menjawab persoalan gizi, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi desa di masa depan. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Ceposonline.com #andi amran sulaiman #Menteri Pertanian #Makan Bergizi Gratis (MBG)