
CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Massa aksi demonstrasi dari Front Rakyat Bergerak (FRB) di Nabire yang mengusung tuntutan penutupan PT Freeport, pengembalian Otonomi Khusus (Otsus), serta pembubaran Majelis Rakyat Papua (MRP), hingga kini masih bertahan di Pasar Karang, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan pantauan media ini, ratusan massa yang telah berkumpul sejak pagi memilih tetap berada di lokasi guna meminta aparat keamanan membuka akses long march menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRPT).
Salah satu massa aksi, Ando, menjelaskan bahwa tujuan utama mereka adalah berjalan kaki menuju Kantor DPR Papua Tengah. Namun, hingga saat ini akses tersebut belum diberikan oleh aparat keamanan.
“Kebiasaan kami orang Papua itu jalan kaki. Kami tidak pernah diajarkan naik mobil atau truk, jadi kami mau jalan kaki ke kantor DPR Papua Tengah,” ujar Ando saat ditemui di lokasi.
Ando juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat pemberitahuan terkait rencana long march kepada aparat keamanan. Karena itu, mereka meminta agar akses dibuka agar aspirasi dapat disampaikan secara langsung.



