Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pawai Obor Warnai Ibadah Paskah  Jemaat GIDI Ebenhaezer Karubaga yang Penuh Sukacita 

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Pawai Obor yang mewarnai perayaan Ibadah Paskah Jemaat GIDI Ebenhaezer Karubaga Tahun 2026, Minggu (5/4/2026) dini hari.(Ceposonline.com/Dismkomdigi Tolikara)
Pawai Obor yang mewarnai perayaan Ibadah Paskah Jemaat GIDI Ebenhaezer Karubaga Tahun 2026, Minggu (5/4/2026) dini hari. (Ceposonline.com/Dismkomdigi Tolikara)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA – Ibadah Paskah Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Ebenhaezer Karubaga tahun 2026 berlangsung dengan penuh sukacita dan khidmat. Perayaan ini diawali dengan berbagai kegiatan perlombaan antar rayon, seperti bola voli, futsal mini daster, lompat karung, makan kerupuk, dan lainnya. 

Selain itu, dilaksanakan juga pawai obor pada Minggu subuh yang diikuti oleh seluruh jemaat Tuhan GIDI Ebenhaezer Karubaga, Klasis Konda. Rangkaian kegiatan Paskah ini berlangsung sejak tanggal 3 hingga 6 April 2026.

Pada perayaan Paskah tahun ini, Jemaat GIDI Ebenhaezer Karubaga mengusung tema: “Kematian dan Kebangkitan Kristus Wujud Anugerah Allah” yang diambil dari Roma 3:23-25 dan Roma 8:2. Adapun subtema yang diangkat adalah: “Melalui perayaan Paskah, Jemaat Ebenhaezer senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuhnya sehingga kita menjadi saksi Kristus yang hidup” (2 Korintus 4:10-11).

Advertisement

Ibadah Paskah dimulai dari Jumat Agung hingga Ibadah Paskah I dan II, dengan firman Tuhan yang disampaikan oleh Ps. Jhon Kalaka, S.HI., M.KP., M.Th. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi merupakan bukti nyata kasih dan anugerah Allah bagi manusia berdosa.

Ia menyampaikan bahwa setiap orang telah jatuh dalam dosa, namun melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, manusia memperoleh penebusan dan hidup yang baru. Kebangkitan Kristus menjadi tanda kemenangan atas dosa dan maut, sekaligus memberi harapan bagi setiap orang percaya untuk hidup dalam kebenaran.


Lebih lanjut, jemaat diajak untuk tidak hanya memperingati Paskah secara seremonial, tetapi juga menghidupi maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

 “Membawa kematian Yesus dalam tubuh berarti mematikan keinginan daging dan hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, sehingga melalui hidup kita, Kristus dapat dinyatakan,” demikian pesan khotbah yang disampaikan.

Ketua Panitia Paskah Jemaat GIDI Ebenhaezer,  Arius Gurik, dalam wawancara menyampaikan rasa syukur atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah terlaksana dengan baik.

“Kami bersyukur kepada Tuhan karena seluruh kegiatan, mulai dari perlombaan hingga pawai obor, dapat berjalan sesuai rencana. Semua ini terjadi karena campur tangan Tuhan serta kerja sama dari jemaat di setiap rayon,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pawai obor yang dilaksanakan mengelilingi Kota Karubaga menjadi momen kebersamaan dari seluruh gereja, pemuda, dan jemaat GIDI di wilayah Klasis Konda dalam merayakan kebangkitan Kristus.

Advertisement

Artikel Terkait

Wabup Tolikara Warning Jangan Sampai SILPA Tahun ini Besar

Wabup Tolikara Warning Jangan Sampai SILPA Tahun ini Besar

Wakil Bupati Tolikara, Yotam Wonda, SH.,M.Si mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Bupati Tolikara Bersama dan Senator Arianto Kogoya Tinjau Kesiapan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Bupati Tolikara Bersama dan Senator Arianto Kogoya Tinjau Kesiapan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Bupati Tolikara, Willem Wandik, bersama Anggota DPD RI asal Papua Pegunungan, Senator Arianto Kogoya, mengunjungi Kanggime pada Jumat dan Sa

Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Tolikara, Semangat Merah Putih Satukan Pemerintah, Gereja dan Masyarakat

Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Tolikara, Semangat Merah Putih Satukan Pemerintah, Gereja dan Masyarakat

Semangat kemerdekaan berkobar di Kabupaten Tolikara. Suasana Ibu Kota Kabupaten Tolikara, Distrik Karubaga, Sabtu, 15 Agustus 2026, berubah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer