Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Pasar Ikan Hamadi Akan Ditutup Sementara

Administrator • Jumat, 8 Mei 2020 - 22:37 WIB
PASAR IKAN: Pemkot Jayapura akan menutup sementara aktivitas di Pasar Ikan Hamadi terkait adanya 10 penjual ikan keliling yang positif Covid-19. Tampak aktivitas bongkar muat ikan di dermaga TPI Hamadi. Gambar ini diambil Juni 2019 sebelum terjadi masa pa
PASAR IKAN: Pemkot Jayapura akan menutup sementara aktivitas di Pasar Ikan Hamadi terkait adanya 10 penjual ikan keliling yang positif Covid-19. Tampak aktivitas bongkar muat ikan di dermaga TPI Hamadi. Gambar ini diambil Juni 2019 sebelum terjadi masa pa

Termasuk Hamadi Rawa, Hamadi Pontong dan Belakang Kompleks SMAN 4


JAYAPURA-Hasil evaluasi yang disampaikan tim Gugus Tugas Pandemi Covid-19 Kota Jayapura dari hasil pantauan dan perkembangan beberapa hari terakhir merekomendasikan  untuk dilakukan penutupan akses atau beberapa wilayah di Kota Jayapura. Ini juga berkaitan dengan adanya penambahan 10 orang yang dinyatakan positif hasil dari pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).


Pemerintah Kota Jayapura harus bergegas, mengingat diyakini jumlah ini akan bertambah bila dilakukan rapid tes. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan menutup akses. Menurut Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM.,  lokasi yang akan ditutup adalah Pasar Ikan Hamadi. Selain itu titik yang juga akan ditutup  adalah lorong – lorong di Hamadi Rawa 1, Rawa 2   termasuk Hamadi Pontong.


Penutupan ini kemungkinan akan dilakukan hingga Kamis (14/5). Masyarakat juga diminta memahami situasi ini. Informasi lain menyebutkan bahwa tak hanya Hamadi melainkan akses menuju SMAN 4 Jayapura juga akan ditutup. “Ini untuk mempercepat penanganannya. Tadikan ada penjual ikan yang dilaporkan sebanyak 10 orang yang positif di Pasar Hamadi dan agar tidak menyebar kami coba tutup dulu untuk mempercepat penanganannya,” kata Rustan Saru melalui ponselnya, Jumat (8/5) malam.


Dari penutupan ini paling tidak akan mempermudah tim gugus covid mengambil langkah – langkah termasuk melakukan rapid test. Pengecekan lewat rapid test sendiri akan dimulai Sabtu (9/5) hari ini dengan sasaran penjual ikan. Rustan menyebut ada sekitar 500 pedagang ikan dan dari jumlah ini diprediksi ada sekira 300 yang bisa berstatus reaktif karena berjualan tidak hanya di Kota Jayapura tetapi sampai ke Kabupaten Jayapura maupun Keerom.


“Jadi kami tutup dulu dan mulai besok penjual ikan mulai dirapit test. Ada sekira 500 pedagang dan kemungkinan kalau dites semua jumlah yang reaktif bisa mencapai 300, karena mereka berkeliling,” kata Rustan.


Hanya saja untuk penularannya hingga kini pihaknya belum mengetahui apakah dari nelayan asing atau lingkungan sekitar. “Ini juga yang ingin kami tahu riwayat kontaknya. Ini harus ditelusuri,” tambahnya.


Lalu bila ternyata dari tes ini  ada jumlah yang tak sedikit yang dinyatakan reaktif, Rustan menyebut akan segera menyiapkan tempat untuk dilakukan isolasi.  Pihaknya akan menyiapkan tempat untuk para pedagang yang reaktif bisa ditangani secara medis. “Jadi kalau ada yang positif langsung kami minta untuk diisolasi dan ini harus dipatuhi,” kata Rustan.


Selain pedagang, warga sekitar lokasi pasar juga akan dirapid. Tim Gugus Covid sendiri memiliki sekira 3.700 alat tes dan jumlah ini dianggap masih cukup untuk menangani lokasi tersebut. “Rencana besok (hari ini) sekira 100 orang dulu yang akan kami rapid. Dilanjutkan Senin ke pegawai di Pemkot Jayapura juga. Sebelumnya ada 545 yang sudah dirapid namun masih menunggu hasil swab,” imbuhnya.


Rustan Saru menambahkan bahwa bagi pedagang keliling yang sudah dilakukan rapid tes akan diberikan stiker dan ini bisa menjadi ajuan masyarakat jika ingin berbelanja.


Jadi baik penjual sayur keliling, penjual ikan keliling atau penjual bakso keliling yang sudah menjalani tes dan dinyatakan negatif akan  diberi stiker. Nah untuk yang mau membeli bisa mengecek, jika ternyata belum ada stikernya maka orang atau pedagang tersebut dipastikan belum memeriksakan diri dan sebaiknya berhati-hati. “Konsekwensinya di situ. Jika tidak ada stiker ya mending jangan dibeli sebab pedagang itu belum melakukan pemeriksaan,” sambungnya.


Rustan Saru sendiri mengomentari bahwa masyarakat harus paham dan membantu pemerintah agar situasi ini bisa segera berlalu. Jika masih  keras kepala dan berkeliaran sana sini tanpa mengindahkan protokoler covid 19 maka potensi penyebaran sangat terbuka. “Yang jelas kalau ada lokasi yang dinyatakan positif akan langsung kami datangi dan ambil orangnya, tutup akses bila perlu,” tegas Rustan.


Disinggung soal pasien termuda yang pernah ditemukan positif, Rustan menyampaikan bahwa di Kota Jayapura  pernah ada bayi yang dinyatakan positif namun setelah menjalani perawatan akhirnya kini statusnya negatif. “Dengar-dengar sedikit sudah, jangan terlalu bikin tau-tau. Kita semua sibuk dan harus menangani ini itu. Situasi sulit berubah jika masyarakat tidak patuh. Kuncinya disitu saja,” pungkasnya. (ade/dil/nat)

Editor : Administrator