Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Inalum Diharapkan Serap Beras Merauke

Administrator • 2019-11-27 15:59:08
Prayogi (Sulo/Cepos)
Prayogi (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Merauke Prayogi mengaku pihaknya dari Komisi B dalam waktu tidak terlalu  lama  ini akan segera ke  Bulog Pusat  agar  PT Inalum  yang telah bekerja sama dengan freeport  dapat mengambil  beras dari Merauke.   


  “Kalau  tidak bisa secara keseluruhan, paling tidak setengah dari kebutuhan  di freeport  tersebut disuplai dari Merauke,’’ kata Politisi Partai   Golkar ini, kemarin.


   Menurut Prayogi,  pihaknya sudah hearing dengan  pihak terkait sehubungan dengan   beras petani  saat ini. Hanya saja  yang menjadi persoalan  karena pembelian oleh Bulog diatur oleh negara. Disisi lain, bulog  tidak dibawah pemerintah daerah, namun pihaknya hanya sebatas koordinasi.


  “Kami juga tidak bisa  menekan kepala Divisi Bulog  disini karena   kewenangannya terbatas. Tapi harapan kami, Bulog dapat mengembangkan sayapnya dari Merauke  ini  bisa sampai ke pegunungan. Jangan hanya sampai Asmat,  Mappi, dan Boven Digoel.    Tapi  bisa sampai ke pegunungan. Wilayah gunung  tidak lagi mengambil  beras dari Jayapura  tapi langsung dari Merauke,’’ jelasnya.


  Terobosan lainnya, kata   Prayogi,    menaikan   pajak  beras  yang datang dari luar Merauke.  Karena itu, jelas Prayogi, pihaknya dalam waktu dekat akan menyurati  bupati   Merauke agar menaikan  pajak     beras  luar Merauke.


  “Kita tidak bisa melarang karena ada UU  Perlindungan  Konsumen. Yang bisa kita lakukan adalah menaikan pajak    beras dari luar  Merauke dengan harapan seluruh masyarakat Merauke akan  beralih ke beras produksi lokal,’’ terangnya.


  Tak hanya itu, lanjutnya , pihaknya juga akan meminta  bupati Asmkat, Boven Digoel dan Mappi agar mengatur pajak  beras bukan dari Merauke. Beras bukan    Merauke pajaknya   dinaikan sedangkan beras  dari Merauke, pajaknya dibebaskan. ‘’Itu salah satu  cara membantu  petani dalam penyerapan   beras mereka,’’ terangnya. Dengan produksi yang melimpah    saat ini, Prayogi mengaku   tidak    bisa menyalahkan  Dinas  Pertanian. Justru target-target   program dari Dinas  Pertanian telah  tercapai. (ulo/tri)

Editor : Administrator