MERAUKE- Meski hasil visum dokter belum diterima pihaknya, namun meninggalnya juru masak KM Lautan Buana Adrianus Mangamba (38) di atas kapal tersebut diduga akibat kena angin duduk.
Hal ini berdasarkan keterangan sementara yang diterima kepolisian dari pihak dokter RSUD Merauke yang menangani jenazah korban.
“Berdasarkan keterangan sementara dari dokter yang menangani jenazah korban saat itu bahwa korban diperkirakan meninggal akibat asam lambungnya naik atau kena angin duduk. Namun kepastian dari kematiannya tersebut setelah kita menerima hasil visum dari pihak dokter RSUD Merauke. Sampai sekarang kita masih menunggu hasil visum korban,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH, melalui Kasat Polair AKP Micha T. Potty, SH, SIK, ketika dihubugi media ini, Selasa (11/6).
Sementara jenazah korban sendiri, lanjut Kasat Polair sudah diterbangkan ke kampung halamanya di Pulau Jawa pada Sabtu (8/6) lalu. ‘’Tapi yang urus jenazah langsung oleh perwakilan perusahaannya yang ada di Merauke. Jenazahnya sudah dibawa pulang ke kampung halamannya di Pulau Jawa. Kemungkinan sudah dikuburkan,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, korban ditemukan meninggal di dalma kamarnya saat akan dibangunkan untuk mempersiapkan makanan bagi seluruh awak kapal pada 5 Juni 2019 sekitar pukul 06.00 WIT saat kapal sedang berada di sekitar perairan Arafura. Kapal yang membawa 23 orang ini berangkat dari Pelabuhan Dobo, Maluku Tenggara pada 12 Mei 2019 menuju perairan Arafura untuk memancing ikan. Padahal sekitar pukul 03.00 WIT, Nahkoda Kapal atas nama Nasir Makaluas masih melihat korban yang merupakan koki kapal tersebut sedang mengupas bawang untuk masak sarapan pagi. (ulo/tri)
Editor : Administrator