CEPOSONLINE.COM — NABIRE — Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menegaskan bahwa berbagai persoalan sosial yang terjadi di Kabupaten Dogiyai harus diselesaikan oleh masyarakat Dogiyai sendiri melalui dialog dan kesepakatan bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Yudas Tebai dalam kegiatan rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama seluruh komponen masyarakat yang dirangkaikan dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Dogiyai.
Rapat Forkopimda ini dipimpin langsung oleh Bupati Dogiyai, Yudas Tebai dan didampingi oleh Kapolres Dogiyai, Jajaran pimpinan TNI/POLRI di Kabupaten Dogiyai, Para anggota DPR Kabupaten Dogiyai, dan Kepala-Kepala OPD di lingkup pemerintah Kabupaten Dogiyai dan diikuti oleh Kepala-Kepala Distrik, Kepala-Kepala desa, Bamuskan, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh adat, tokoh perempuan dan seluruh ASN yang bertugas dilingkup Kabupaten Dogiyai bersama masyarakat Dogiyai.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Gereja Kingmi Digikotu, Senin (16/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Yudas Tebai menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir untuk bersama-sama mencari jalan keluar atas berbagai persoalan sosial yang selama ini terjadi di daerah tersebut.
Menurutnya, konflik dan berbagai penyakit sosial yang muncul di Dogiyai telah berlangsung cukup lama sehingga perlu dibicarakan secara terbuka oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengundang semua pihak untuk duduk bersama, berdiskusi dan mencari solusi agar berbagai persoalan sosial yang selama ini terjadi bisa kita selesaikan. Harapannya masyarakat dapat kembali hidup damai dan rukun di atas tanah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Dogiyai.
“Melalui kesempatan ini kita bicara bersama, merumuskan langkah yang akan kita lakukan, lalu kita jalankan secara bersama-sama demi kedamaian di tanah Dogiyai,” kata Bupati.
Sementara itu, tokoh masyarakat Dogiyai, Benny Goo, juga menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan di daerah tersebut harus dimulai dari masyarakat Dogiyai sendiri.
“Orang Dogiyai sendiri yang harus menyelesaikan masalah ini. Karena itu kita harus bicara dan mencari solusi bersama. Orang dari luar tidak akan datang menyelesaikan masalah kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dahulu Dogiyai dikenal sebagai daerah penghasil kopi, pangan lokal, serta hasil pertanian yang subur. Namun saat ini citra tersebut mulai bergeser karena berbagai konflik yang terjadi.
“Dulu Dogiyai dikenal dengan kopi, pangan lokal dan hasil pertanian yang subur. Tetapi sekarang di luar sana Dogiyai lebih dikenal sebagai daerah konflik. Karena itu mari kita bicara dan selesaikan masalah ini bersama,” kata Benny.
Melalui deklarasi damai tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh masyarakat dapat bersatu menjaga keamanan dan ketertiban sehingga Dogiyai dapat kembali dikenal sebagai daerah yang aman dan damai. (*)
Editor : Agung Trihandono