CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil langkah tegas menyusul fenomena "perburuan" gas LPG 12 Kilogram yang memicu antrean panjang warga di sejumlah titik.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengeluarkan peringatan keras kepada oknum spekulan yang mencoba meraup keuntungan pribadi dengan cara menimbun stok di tengah situasi distribusi yang sedang terhambat.
Bupati menegaskan bahwa pengawasan ketat akan dilakukan lintas sektor. Praktik penimbunan yang memperkeruh kepanikan masyarakat tidak akan ditoleransi dan akan langsung diseret ke ranah hukum.
“Kalau ada yang menimbun, kami akan tindak lanjuti, kita akan tindak. Jika ada hal-hal mencurigakan terkait bahan bakar, seperti gas LPG, minyak tanah, dan lain-lain, saya tegaskan akan ada tindakan,” tegasnya, Selasa (7/4/2026).
Menanggapi keresahan warga, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah telah melakukan cross-check langsung ke tingkat distributor.
Ia mengungkapkan bahwa kendala suplai ini merupakan dampak dari dinamika distribusi energi yang terjadi secara nasional, bukan hanya di wilayah Mimika.
“Kami sudah hubungi beberapa distributor. Memang situasinya terjadi hampir di seluruh Indonesia. Kita berdoa saja mudah-mudahan tidak terjadi kelangkaan yang mendalam,” tambahnya.
Meski belum bisa menjamin waktu pasti, ia mengonfirmasi adanya sinyal positif mengenai kapal pengangkut suplai energi yang dijadwalkan segera memasuki perairan Mimika.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser