Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Didominasi Gereja Jadi Satu Sambut Fajar Paskah 

Wahyu Welerubun • 2026-04-05 15:44:30
Ribuan umat Kristiani di Mimika, Papua Tengah melaksanakan pawai obor melintasi titik strategis di jantung kota Timika, Minggu (5/4/2026) dini hari. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Ribuan umat Kristiani di Mimika, Papua Tengah melaksanakan pawai obor melintasi titik strategis di jantung kota Timika, Minggu (5/4/2026) dini hari. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Kota Timika berubah menjadi lautan cahaya saat ribuan umat Kristiani di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan Pawai Obor menyambut Fajar Paskah 2026, Minggu (5/4/2026) dini hari. 

Tradisi tahunan yang sarat makna spiritual ini menyatukan berbagai denominasi gereja dalam harmoni doa dan puji-pujian.

Sejak pukul 00.30 WIT, suasana khidmat mulai terasa di Lapangan Swadaya Pasar Lama. Pertunjukan tarian persembahan yang memukau menjadi pembuka rangkaian acara, diikuti dengan doa bersama yang membalut kebersamaan ribuan jemaat sebelum memulai perarakan panjang melintasi jantung kota.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, melepas iring-iringan pawai sekitar pukul 01.30 WIT. Dalam orasinya di hadapan massa, ia menitipkan pesan mendalam tentang inklusivitas dan pentingnya merawat toleransi di tanah Mimika.

“Tahun ini kita masih sendiri, tahun depan mari kita ajak semua teman-teman dari berbagai agama untuk ikut bersama dalam pawai obor ini,” ujarnya.

Mengingat banyaknya anak-anak yang antusias mengikuti perayaan ini, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga aspek keamanan sepanjang rute.

“Jaga keamanan dan ketertiban selama pawai berlangsung,” imbuhnya mengingatkan para peserta agar prosesi sakral ini tetap berjalan kondusif.

Iring-iringan obor bergerak dinamis dari Lapangan Eks Pasar Swadaya (Pasar Lama) menuju Gereja Katolik Tiga Raja, menyusuri Jalan Cenderawasih, melintasi Jalan Budi Utomo, hingga berakhir di titik akhir, Graha Eme Neme Yauware. 

Kemeriahan semakin memuncak dengan adanya atraksi semburan api yang disuguhkan beberapa peserta, menambah dramatisasi cahaya di tengah kegelapan malam.

Setibanya di Graha Eme Neme Yauware, ribuan umat langsung melanjutkan rangkaian ibadah menyambut Fajar Paskah sebagai simbol kemenangan atas maut. 

Perayaan ini berakhir dengan tertib, menegaskan bahwa Pawai Obor di Mimika bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antarwarga. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#mimika #paskah