Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

TERUNGKAP Penyebab Helikopter PK-IWS Jatuh di Mimika Papua Tengah

Wahyu Welerubun • 2025-09-11 16:14:26
Evakuasi jatuhnya helikopter di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah, Kamis 11 September 2025.
Evakuasi jatuhnya helikopter di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah, Kamis 11 September 2025.

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Nasib buruk menimpa operator penerbangan yang bermarkas di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Pada Rabu, 10 September 2025, salah satu unit Helikopter PT Intan Angkasa dengan register PK-IWS mengalami musibah setelah beberapa menit kemudian setelah lepas landas dari Badara Ilaga, Kabupaten Puncak menuju Bandara Mozes Kilangin Timika.

Berdasarkan laporan, awalnya heli PK-IWS dilaporkan hilang kontak setelah berhasil terbang. Heli tersebut dinahkodai oleh Pilot bernama Eko Puja, ia membawa seorang Helicopter Landing Officer (HLO) bernama Sudirman dan dua orang penumpang bernama Zulkivli dan Anto.

Awalnya, sekira pukul 03.14 WIT, Jayapura APP Sector Timika menerima informasi dari Kilangin Tower untuk coba menghubungi PK-IWS namun tidak mendapat jawaban dari PK-IWS.

Kemudian, pada pukul 04.01 WIT, helikopter milik PT Intan Angkasa register PK-IWD melakukan penerbangan menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

PK-IWD yang mengudara dengan membawa misi mencari kembarannya itu akhirnya menemukan bangkai helikopter PK-IWS di jurang dekat dari Distrik Jila.

Saat itu, Tim SAR gabungan yang sudah siaga pun mendapati informasi tersebut yang mana helikopter PK-IWS ternyata mengalami kecelakaan dan belum diketahui kondisi keempat korban atas tragedi itu.

Karena cuaca yang tidak mendukung, Tim SAR gabungan pun belum dapat melakukan proses evakuasi dan merencanakan evakuasi pada Kamis pagi, 11 September 2025.

Pada Kamis pagi, sekitar pukul 05.45 WIT satu unit helikopter milik PT Intan Angkasa mengudara bersama seorang Pilot dan HLO menuju ke titik jatuhnya PK-IWS. Helikopter tersebut membawa dua orang anggota SAR untuk melakukan observasi dan survey sebelum regu kedua yang membawa tim evakuasi berangkat ke lokasi.

Setelah melakukan survey, mereka lalu memberikan informasi kepada regu kedua.

Tepat pukul 08.38 WIT, tim evakuasi regu kedua pun bertolak dari Bandara Mozes Kilangin menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Para korban kemudian berhasil dievakuasi dari titik jatuhnya heli ke Distrik Jila lalu diterbangkan ke Timika. Pukul 11.37 WIT helikopter yang mengangkut keempat korban pun tiba di landasan, keempat korban lalu dipindahkan ke ambulans dan diantar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika pukul 11.40 WIT.

Proses evakuasi ini berlangsung aman tanpa adanya gangguan keamanan berkat pengamanan yang dilakukan oleh TNI AU serta Polres Mimika.

Dugaan Penyebab Jatuhnya Helikopter

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Charles Y. Batlajery mengatakan bahwa penyebab jatuhnya helikopter ini diduga akibat cuaca buruk.

“Sebelum diinvestigasi oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) memang penyebabnya cuaca buruk, karena berdasarkan informasi dari pilot PK-IWD yang terbang duluan kemarin (pukul) 11.30 WIT, PK-IWS memang di belakang PK-IWD sekitar 5 sampai 10 menit (setelah PK-IWD terbang),” kata Charles dalam konferensi pers di halaman Hanggar PT Intan Angkasa Air Service setelah proses evakuasi, Kamis (11/9/2025).

 “Pada saat itu memang cuaca buruk sehingga PK-IWD ini berpikir bahwa PK-IWS ini memang sedang landing darurat dan sebagainya tapi ternyata mengalami kecelakaan,” ungkapnya menambahkan.

Kendati demikian, Charles menyebutkan bahwa ini baru dugaan awal dan belum dapat dipastikan kebenaran informasinya.

 “Kita masih menunggu dari KNKT untuk investigasinya,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan KNKT sekaligus Tim Investigator, Apib mengemukakan bahwa mengenai penyebab jatuhnya Heli PK-IWS pada prinsipnya pihaknya harus melakukan investigasi terlebih dahulu dengan mengumpulkan data-data dan bukti-bukti yang ada.

Ia menyebut, pihaknya akan melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab jatuhnya heli PK-IWS di sekitaran Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah.

“Sementara komponen yang didapatkan Tim Basarnas tadi ada Vehicle Engine Multifunction Display (VEMD) namanya, itu display yang terdapat di kokpit itu display yang biasa menampilkan informasi terhadap status Air Proper dan kondisi mesin dan ada satu lagi GPS yang digunakan untuk bernavigasi,” jelas Apib.

Apib mengatakan, untuk helikopter yang mengalami kecelakaan itu berdasarkan konfirmasi terhadap pihak PT Intan Angkasa Air Service bahwa tidak dilengkapi dengan Black Box (Kotak Hitam).

“Secara aturan juga memang tidak mengharuskan helikopter menggunakan itu (Black Box),” tutupnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#Papua Tengah #mimika #Ceposonline.com #helikopter jatuh