CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Usia kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) genap 80 tahun pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Ini bukan lagi usia yang muda bagi negara kepulauan dengan luas wilayah mencapai 1,905 juta kilometer persegi dan dihuni oleh 286.693.693 jiwa.
Namun, di usia yang kini bergegas menuju satu abad kemerdekaan, pedagang musiman yang berjualan bendera tampaknya belum merdeka dalam berdagang.
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, saat semarak kemerdekaan tiba, pedagang-pedagang musiman tersenyum kala menjajakan umbul-umbul dan bendera merah putih berbagai ukuran di tepi jalan untuk dijual.
Pada tahun ini tampak sedikit berbeda. Di Mimika, sejumlah pedagang bendera musiman mengaku tak bisa berharap banyak untuk meraup untung lebih demi sesuap nasi, ataupun sedikit nafkah untuk anak dan istri.
Sejak tanggal 30 Juli, mereka telah berdagang, beberapa titik di kota Timika tampak dipenuhi dagangan bendera merah putih hingga umbul-umbul dengan berbagai jenis variasi.
Tak hanya itu, puluhan macam aksesoris kemerdekaan RI pun turut dipajang untuk menarik minat pembeli. Kendati, tampaknya upaya itu tak cukup jitu.
Ijang, penjual bendera asal Garut, Jawa Barat, yang membuka lapak penjualan bendera di sekitaran jalan Cenderawasih, SP2 yang lokasinya berhadapan langsung dengan sebuah toko Roti mengaku sudah berjualan sejak dua pekan sebelumnya.
Namun, jualannya belum juga laris manis.
Padahal, sudah ada surat edaran Bupati Mimika yang dikeluarkan untuk menginstruksikan semua pihak di Mimika menyemarakkan kemerdekaan dengan berbagai macam kegiatan, tak terkecuali pemasangan bendera merah putih hingga aksesori kemerdekaan lainnya.
Ijang bilang, soal harga tak ada yang berubah, semua harga bendera masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Untuk saya pribadi belum terlalu ramai. Memang setiap hari ada, tapi tidak seperti tahun lalu, masyarakat datang dari pedalaman-pedalaman, borong barang begitu. Sejauh ini belum ada," ujar Ijang saat diwawancarai, Minggu (3/8/2025).
Di lapak milik Ijang, untuk beberapa dekorasi kemerdekaan berlatar belakang merah putih dijual mulai harga Rp400 ribu.
Kemudian, untuk umbul-umbul dijual dengan harga Rp40 ribu untuk ukuran 3 meter, dan bendera merah putih ukuran 90 sentimeter Rp35 ribu dan bendera ukuran 180 sentimeter seharga Rp100 ribu.
Sedangkan, untuk bendera hias kendaraan dijual Ijang dengan harga Rp5 ribu hingga Rp25 ribu dan aksesoris kemerdekaan lainnya seharga Rp15 ribu.
Lanjut dikatakan, walaupun penjualan sepi tidak membuat surut semangat Ijang untuk berjualan bendera dan aksesoris kemerdekaan.
Ijang tampak sabar menunggu, sembari menahan cuaca Timika yang amat sangat tidak bersahabat. Sesekali, jika ada pejalan kaki yang lewat, ia menawarkan pembelian kepada mereka.
"Mudah-mudah dekat tujuhbelasan pembeli semakin bertambah. Ini kan masih awal bulan. Tapi tahun lalu seperti ini sudah ramai. Tahun ini mungkin ditunggu beberapa hari lagi," pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas