CEPOSONLINE.COM,WAMENA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jayawijaya memberikan apresiasi kepada pemkab Jayawijaya yang selalu berupaya mewujudkan toleransi dengan memberikan dukungan kepada umat Muslim yang ada di Jayawijaya dan tersebar di beberapa distrik Jumat ( 20/3/2026).
Ketua MUI Jayawijaya H. Adnan Yelipele. memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemkab Jayawijaya dalam hal ini Bupati Jayawijaya Atenius Murib yang memberikan dukungan kepada umat muslim dalam bentuk safari ramadhan yang dilakukan di tiga masjid berbeda.
"Kami memberikan apresiasi kepada pemkab Jayawijaya yang sudah membantu Masjid Al- Aqso dan Pesantren Al -Istiqomah Welesi untuk pembagunan yang dilakukan, sejak awal perkembangan Daqwa diawali dari Masjid Al- Hijroh Megapura lalu berkembang ke Masjid Al-Aqsoh Welesi dari sinilah perkembangan Islam di Jayawijaya bertumbuh pesat," ungkapnya pada Ceposonline.com via selulernya.
Ia menilai, dipenghujung bulan Ramadhan ini yang terpenting umat Islam Jayawijaya khususnya dan umumnya 7 Kabupaten pemekaran di Provinsi Papua Pegunungan dapat melaksanakan ibudah puasa pada 1447 H /2026 M dengan aman dan lancar.
"Adapun dukungan berupa materi kembali kepada kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan juga Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terhadap umat Islam yang ada di wilayah ini,"kata H. Adnan Yelipele
Selaku Ketua MUI Jayawijaya, Ia selalu mendukung kebijakan pemerintah dan turut menciptakan kerukunan umat beragama, dan sejauh ini tak pernah muncul intoleransi antar agama. Islam menjaga akidah dan tolrenasi berdasarkan pedoman hidup umat Islam yaitu Alquran dan sunnah.
"Jelas sekali Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Q.S AL-Kafirun ayat 6, bahwa umat Islam diharuskan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan toleransi antar umat beragama."jelas Ketua MUI
Mengingat Papua pada umumnya, selalu terjaga dengan kerukunan umat beragama antar agama-agama yang ada terutama 6 agama yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. Toleransi juga ditegaskan dalam UUD Pasal 29 ayat 1 dan 2, yang menjamin semua agama tanpa mengganggu agama lainnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah