CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Nasib kurang beruntung dialami pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, saat tampil di seri Moto3 Amerika 2026 atau Circuit Of The Americas (COTA) 2026.
Veda mengalami kecelakaan yang membuatnya gagal menyentuh garis finis, meski sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal balapan, Senin (30/3) dini hari WIT.
Veda Ega memulai balapan dari posisi keempat, sebuah pencapaian yang menunjukkan daya saingnya di level Moto3. Pada fase awal lomba, ia mampu menjaga ritme dan tetap berada di kelompok depan.
Namun, ketatnya persaingan di kelas ringan ini membuat Veda sempat kehilangan posisi. Ia perlahan turun hingga ke peringkat kedelapan setelah mendapat tekanan dari sejumlah rival yang tampil agresif sejak lap awal.
Tak ingin kehilangan momentum, Veda mulai meningkatkan kecepatan. Ia tampil lebih agresif dan berani mengambil racing line sempit untuk menyalip lawan. Upayanya membuahkan hasil ketika ia terlibat duel sengit dengan Valentin Perrone dan Guido Pini dalam perebutan posisi empat besar.
Bahkan, pada lap ketiga, Veda mencatatkan waktu lap tercepat. Catatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembalap binaan Indonesia itu memiliki potensi untuk kembali ke barisan depan dan bersaing memperebutkan podium.
Sayangnya, momentum positif tersebut tidak bertahan lama. Memasuki lap kelima, Veda mengalami kecelakaan saat melibas salah satu tikungan cepat. Ia kehilangan kendali pada bagian belakang motor yang kemudian memicu insiden high side, kondisi ketika motor melempar pembalap akibat traksi ban yang tiba-tiba kembali mencengkeram aspal.
Akibatnya, Veda terlempar dan jatuh ke sisi lintasan. Motor yang ditinggalkannya sempat berada di jalur balap dan menciptakan situasi berbahaya bagi pembalap lain.
Insiden tersebut turut menyeret Joel Esteban. Pembalap tersebut tidak sempat menghindari motor Veda yang berada di lintasan dan akhirnya ikut terjatuh.
Beruntung, tidak ada laporan cedera serius dalam kecelakaan tersebut. Veda terlihat mampu bangkit dan berjalan menuju area aman di pinggir sirkuit. Meski demikian, kerusakan pada motor membuatnya tidak dapat melanjutkan balapan hingga selesai.
Gagal finis membuat Veda kehilangan peluang penting untuk menambah poin di klasemen sementara. Ia kini turun ke posisi ketujuh dengan koleksi 27 poin.
Jarak poin Veda dengan pemuncak klasemen, Maximo Quiles, semakin melebar. Quiles saat ini memimpin dengan raihan 65 poin, unggul cukup jauh dari para pesaingnya.
Hasil ini menjadi pukulan bagi Veda, mengingat sebelumnya ia menunjukkan tren positif di beberapa seri awal musim.
Meski gagal finis di Amerika, peluang Veda Ega untuk bangkit masih terbuka lebar. Musim Moto3 2026 masih menyisakan banyak seri, sehingga kesempatan untuk mengejar ketertinggalan poin tetap ada.
Kunci bagi Veda adalah menjaga konsistensi serta meminimalkan kesalahan, terutama saat berada dalam tekanan tinggi di tengah persaingan ketat. Jika mampu kembali tampil stabil, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia ini kembali menembus papan atas klasemen dan menjaga asa bersaing di level dunia. (*)
Editor : Weny Firmansyah