CEPOSONLINE.COM, PAPUA SELATAN – Di balik rimbunnya hutan Papua Selatan, jarak dan keterbatasan ekonomi seringkali menjadi tembok tebal bagi mimpi anak-anak pedalaman.
Namun, tembok itu perlahan terkikis. Melalui program Corporate Social Contribution (CSC) Perusahaan perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit Tunas Sawa Erma (TSE) Group, kembali hadir bukan sekadar membawa bantuan, melainkan membawa harapan nyata bagi para guru dan siswa yang terus berjuang di garis depan pendidikan.
Bagi para pendidik, dedikasi seringkali berbenturan dengan realitas ekonomi yang menghimpit. Di tengah keterbatasan infrastruktur pedalaman, bantuan honorarium dan beasiswa dari TSE Group hadir bukan sekadar sebagai angka di atas kertas, melainkan sebagai penopang semangat yang hampir padam.
Program rutin ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran industri perkebunan kelapa sawit di Papua Selatan harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup manusia di sekitarnya.
Kisah ketulusan terpancar dari wajah Teda Gembenop, seorang guru honorer di SD Negeri Kampung Miri yang setiap harinya berjuang mencerdaskan anak bangsa di ufuk timur Indonesia.
Selama ini, keterbatasan finansial seringkali memaksa para pengajar untuk membagi fokus antara papan tulis dan urusan dapur.
Namun, kehadiran dukungan dari TSE Group membawa angin segar; kecemasan akan biaya transportasi dan konsumsi harian kini berganti dengan ketenangan pikiran.
Harapan serupa juga merekah di hati para siswa seperti Olivia Yame, yang kini tak lagi perlu risau akan seragam atau buku sekolah yang usang.
Baginya, beasiswa ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan bahan bakar untuk berlari lebih kencang mengejar cita-citanya di SMKN 3 Boven Digoel.
“Sebagai guru, kami seringkali harus merogoh kantong sendiri untuk memenuhi keperluan harian, sehingga, dengan adanya bantuan honor dari TSE Group, kami jadi lebih tenang, sehingga fokus kami bisa lebih tercurah untuk mendidik anak-anak,” ujar Teda Gembenop saat ditemui usai kegiatan penyerahan bantuan honor guru pada Selasa (24/3/2026).
Ungkapan terima kasih serupa juga disampaikan Olivia Yame, siswi kelas 1 SMKN 3 Boven Digoel mengungkapkan, “dengan adanya beasiswa ini, saya bisa membeli perlengkapan sekolah dan bahkan ada sisa untuk uang jajan di sekolah. Saya jadi lebih semangat belajar.”
Bagi TSE Group, investasi terbaik bukanlah pada angka-angka produksi, melainkan pada senyum Olivia dan ketenangan pikiran Ibu guru Teda. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa di mana pun bendera perusahaan berkibar, di sanalah kesejahteraan masyarakat harus tumbuh beriringan.
Karena pada akhirnya, membangun Papua adalah tentang membangun manusia-manusianya.
“Kami sadar bahwa kehadiran perusahan harus berdampak positif bagi masyarakat . Melalui bantuan ini, kami berharap membantu kebutuhan ekonomi para pengajar maupun para pelajar,” tutup Daniel Sim Ayomi A. Md, S.Sos, S.H, MPA selaku General Manager TSE Group. (*)
Editor : Agung Trihandono