Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill menerima Duta Besar RI Port Moresby, Andriana Supandy bertempat di Kantor Perdana Menteri, Port Moresby. Rabu (15/5).
Peter O’Neill mengapresiasi kerja sama yang baik antara Indonesia –PNG. Sejak dimulainya hubungan bilateral tahun 1975 sampai saat ini, hubungan kedua Negara terus meningkat; kedua Negara saling mendukung di forum Internasional.
Indonesia berbatasan darat dengan PNG merupakan sahabat PNG, Perekonomian Indonesia yang maju (10 terbesar dunia) dan jumlah penduduk yang besar, merupakan modalitas utama dalam memperluas kerja sama antara Indonesia dan PNG melalui program-program yang telah disusun bersama.
Disampaikannya, bahwa PNG terus melakukan pembenahan Pos Batasnya khususnya Pos Batas Wutung, yang saat ini sedang diperbaiki, sehingga nantinya Pos ini sepenuhnya beroperasi/terkoneksi dengan lebih baik lagi, dengan Pos Batas Indonesia dan kota Jayapura.
Duta Besar RI pada Pertemuan menyampaikan, bahwa Tingkat hubungan dan Kerja sama antara Indonesia dan PNG pada level Comprehensive Partnership, yang perlu terus ditingkatkan, baik hubungan antara Bisnis ke bisnis, Pemerintah ke Pemerintah dan People to People Contact. Kerja sama di Bidang Perdagangan kedua negara juga berjalan dengan baik. Neraca Perdagangan kedua Negara tumbuh dan terus mengalami peningkatan setiap tahun. “Saya akan terus dorong para Pengusaha dan Kalangan Bisnis kami untuk meningkatkan Peran Bisnisnya di PNG”, kata Dubes.
Dubes juga menggambarkan bagaimana Kedekatan hubungan Warga Masyarakat Indonesia-PNG di Perbatasan. Dubes yang baru saja mengunjungi Perbatasan RI-PNG (Skouw-Wutung) itu menceritakan kegiatan Border Festival yang diinisiasi Indonesia, dihadiri warga Masyarakat kedua Negara, Warga masyarakat bernyanyi dan menari bersama, menunjukan adanya persahabatan dan kekerabatan yg hangat antara masyarakat di Perbatasan.
Dalam upaya peningkatan kerja sama Ekonomi, Duta Besar sampaikan beberapa Pending matters dan Implementasi kerja sama, seperti konektiitas listrik dari Jayapura ke Pos Batas PNG, Water sharing, Kerjasama Pertamina dengan KUMUL.
Sedangkan, terkait konektivitas udara, Duta Besar sampaikan adanya ketertarikan salah satu Perusahaan Penerbangan Swasta dari Indonesia (Lion Group) melakukan Kerja sama dengan Penerbangan setempat, yaitu Pembukaan rute baru Surabaya, Makasar, Jayapura dan Port Moresby serta Pelayanan rute Domestic di PNG, sebagaimana hal ini ditanggapi secara positif oleh PM O’Neill….”We don’t have enough our flight to provide service in our domestic, if Lion Group take up route, It is very much supporting”, kata O’Neill. Bahkan kemudian PM Peter O’Neill tawarkan agar Perusahaan Telekomunikasi Indonesia dapat kembangkan Bisnis Telekomunikasi di PNG yaitu bisnis Jaringan Kabel laut dari Jayapura ke Vanimo dan sekitarnya.
Pertemuan antara Duta Besar RI dengan Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill berjalan dengan baik, dalam suasana hangat dan bersahabat. Ditengah kesibukannya yang luar biasa, PM Peter O’Neill memberikan waktu khususnya menerima hangat Duta Besar RI, utk membicarakan hubungan Indonesia dan PNG, yang dianggapna selain tetangga terdekat, Indonesia merupakan mitra dan sahabat sejati PNG. (***) Editor : Administrator