Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Upaya Evakuasi Jenazah Korban Pembunuhan di Korowai Masih Terus Dilakukan

Wahyu Welerubun • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:15 WIB
Personel yang disiapkan untuk melakukan evakuasi dan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan Pendulang Emas Tradisional di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (21/5/2026). (Foto: Koops TNI Habema).
Personel yang disiapkan untuk melakukan evakuasi dan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan Pendulang Emas Tradisional di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (21/5/2026). (Foto: Koops TNI Habema).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Komando Operasi (Koops) TNI Habema masih terus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi delapan jenazah pendulang emas tradisional di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. 


Adapun korban tewas setelah diserang oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo pada Rabu, 20 Mei 2026. Proses evakuasi telah dimulai pada Kamis, 21 Mei 2026. 


Hingga Jumat (22/5/2026), proses penjemputan para korban dari wilayah pedalaman tersebut masih berjalan di tengah tantangan geografis dan situasi keamanan yang dinamis.


Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, membenarkan bahwa operasi evakuasi tengah berlangsung intensif.


“On proses. Masih proses ya bro, nanti kalo uda ada update pasti saya info,” ujar Wirya melalui pesan singkatnya, Jumat (22/5/2026)..


Sebelumnya diberitakan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun, penyerangan brutal di area pendulangan emas tradisional Korowai itu diduga digerakkan oleh pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka, yang bernaung di bawah kepemimpinan Mayor Kopitua Heluka dari TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo.


Kelompok tersebut sempat mengklaim dan menuding bahwa kedelapan korban merupakan aparat keamanan yang menyamar. Tuduhan ini langsung dibantah keras oleh pihak militer.


Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa seluruh korban murni merupakan masyarakat biasa yang sedang mencari nafkah. 


“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujarnya.


Wirya menambahkan, pembantaian terhadap pekerja tambang tradisional tersebut merupakan pelanggaran hukum berat dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang nyata.


“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” tegas Wirya.


Untuk menembus lokasi kejadian yang berada di pedalaman terpencil, Koops TNI Habema telah menyiagakan pasukan gabungan khusus dan armada helikopter. 


Mobilisasi udara ini disiapkan tidak hanya untuk mempercepat evakuasi jenazah, tetapi juga untuk mendukung pergerakan pasukan yang dikerahkan mengejar kelompok pelaku pembunuhan.


Pasca-insiden berdarah di area pendulangan tersebut, situasi keamanan di wilayah Kabupaten Yahukimo dilaporkan dalam status rawan namun tetap terkendali. 


Menghindari eskalasi konflik, Koops TNI Habema kini memperketat penjagaan dan meningkatkan intensitas patroli keamanan guna menjamin keselamatan warga sipil di wilayah-wilayah terdampak. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#yahukimo #opm #Ceposonline.com #pendulang emas #TPNPB