Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hearing Dialog Perdasi Bahasa Daerah, DPR Papua Tengah Gandeng Masyarakat Adat Moora

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
DPR Papua Tengah jalur pengangkatan menggelar hearing dialog dengan masyarakat Moora usai sosialisasi Perdasi Perlindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah. (CEPOSONLINE.C/THERESIA F. TEKEGE) 
DPR Papua Tengah jalur pengangkatan menggelar hearing dialog dengan masyarakat Moora usai sosialisasi Perdasi Perlindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah. (CEPOSONLINE.C/THERESIA F. TEKEGE) 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Dewan Perwakilan Rakyat  Papua Tengah (DPR PT) menggandeng masyarakat adat Moora dalam hearing dialog sosialisasi Perdasi Papua Tengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan Bahasa Daerah serta Sastra Daerah, sebagai upaya menjaga bahasa ibu tetap hidup di tengah arus modernisasi.


Hearing tersebut dipimpin Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai dan diikuti Anggota DPR Papua Tengah dari kursi pengangkatan, Stella Misiro, Nelius Agapa, Donatus Mote, serta Yulita Gobai bersama masyarakat adat Moora di Rumah Belajar Bahasa Moora, Nabire, Kamis, (21/5/2026).


Dalam kesempatan itu, John NR Gobai mengatakan sosialisasi perdasi penting dilakukan agar masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah daerah dalam perlindungan bahasa daerah dan sastra lokal.

Advertisement


Menurutnya, DPR Papua Tengah berharap dinas terkait segera menindaklanjuti implementasi Perdasi tersebut melalui program-program nyata di lapangan.


“Kami berharap dinas terkait bisa segera menjalankan arah kebijakan dari Perdasi ini sehingga perlindungan bahasa daerah benar-benar berjalan,” ujar Gobai.


Ia menjelaskan, Rumah Belajar Bahasa Moora dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi ruang belajar sekaligus pusat pengembangan bahasa daerah masyarakat adat setempat.

Advertisement


“Kami memilih tempat ini karena ini rumah pelajar dan rumah bahasa. Ini pertama kali dilakukan di sini dan ke depan bisa dipakai juga untuk kegiatan sosialisasi maupun pembinaan lainnya,” katanya.


Sementara itu, Stella Misiro menilai perdasi tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di Papua Tengah.


Ia menyebut, sosialisasi Perdasi di Rumah Belajar Bahasa Moora menjadi awal yang baik untuk memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya bahasa ibu.


“Bahasa daerah adalah identitas kita. Karena itu, anak-anak muda harus tetap belajar dan mencintai bahasa sendiri tanpa melupakan bahasa nasional maupun bahasa lain,” ujarnya.

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Waspadai Siklus Kekerasan Baru, DPR Papua Tengah Minta Negara Tarik Pasukan Non-Organik dari Paniai

Waspadai Siklus Kekerasan Baru, DPR Papua Tengah Minta Negara Tarik Pasukan Non-Organik dari Paniai

Dewan perwakilan rakyat Papua Tengah (DPR PT) melalui Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta pemerintah pusat segera menari

DPR Papua Lobi Kemenkes, RSUD Dok II Dapat Bantuan Medis Senilai Rp55 Miliar

DPR Papua Lobi Kemenkes, RSUD Dok II Dapat Bantuan Medis Senilai Rp55 Miliar

Wakil Ketua I DPR Papua Herlin Beatrix Monim bersama Komisi V dan Wakil Direktur Umum RSUD Dok II Jayapura, dr. Yunike Howay, Sp.A melakukan

Setahun Fakhiri-Rumaropen, DPR Papua Minta Pembangunan Dievaluasi

Setahun Fakhiri-Rumaropen, DPR Papua Minta Pembangunan Dievaluasi

DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua menjadikan satu tahun kepemimpinan Gubernur Mathius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Alberto

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer