Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Di Pembukaan FGD Wartawan, Bupati Ajak Pers Bersama Lawan Hoaks dan Jaga Persatuan 

Fiktor Palembangan • Rabu, 8 April 2026 - 17:28 WIB
Bupati Markus O Mansnembra, SH.,MM membuka Focus Group Discussion (FGD) Forum Wartawan Biak, di Swissbell Hotel, Selasa (07/04/2026). (CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN)
Bupati Markus O Mansnembra, SH.,MM membuka Focus Group Discussion (FGD) Forum Wartawan Biak, di Swissbell Hotel, Selasa (07/04/2026). (CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN)

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Bupati Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM mengajak insan pers bersama-sama dengan pemerintah daerah mensukseskan agenda-agenda pembangunan di Kabupaten Biak Numfor kedepan.

Selain itu, juga mengajak para wartawan untuk bersama-sama pemerintah melawan Hoaks dan menjaga persatuan. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya  profesionalisme setiap wartawan dalam menyajikan sebuah berita.

“Mari kita bersama-sama membangun Biak Numfor yang lebih baik kedepan, kita ingin pers yang bebas, tetapi bertanggung jawab. Kita ingin pemberitaan yang kritis, tetapi tetap berbasis data (faktual) dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ),” ujarya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Forum Wartawan Biak, di Swissbell Hotel, Selasa (07/04) .

Dikatakan, seorang wartawan yang professional dalam menyajikan berita akan mengedepankan sebuah independensi sebagai mana diwajibkan KEJ, akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk, serta disiplin dalam melakukan verifikasi. 

 “Pelanggaran KEJ berakibat pada pelanggaran profesi, karena itu dibutuhkan profesionalisme dalam menulis atau menyajikan berita dan saya harap ini menjadi perhatian bersama kita semua, khususnya teman-teman jurnalis,’ lanjut Bupati dipembukaan FGD yang mengambuil tema: “Melindungi Wartawan dari Sanksi Hukum UU ITE dan Hukum Pidana Baru”.   

 Lebih jauh dikatakan, berdasarkan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, wartawan mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Namun, perlindungan ini harus dibarengi dengan profesionalisme, termasuk profesionalisme dari insan pers sendiri dengan tetap memperhatikan kode etik jurnalistik. 

Wartawan di Biak Numfor dalam menjalankan tugasnya diharapkan pula  tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik dan profesionalisme, dimana setiap wartawan diharapkan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, menjaga martabat profesi, serta memiliki integritas yang tinggi. 

Keakuratan berita, berimbang Balance, dan Berbasis Fakta dengan prinsip ABC (Akurat, Balance, Clear) dalam pemberitaan diharapkan pula menjadi perhatian serius. Tak hanya itu, Ia (bupati) juga mengingatkan wartawan agar memperhatikan konfirmasi (Cover Both Sides)

 sebagai kewajiban yang perlu diperhatikan seorang wartawan  professional untuk menghindari berita satu sisi saja, terutama terkait kebijakan atau kritik terhadap pemerintah.

 Selain itu, Bupati Mansnembra juga mengajak wartawan agar bersama-sama dengan pemerintah daerah  melawan hoaks dan menjaga persatuan.  Insan pers diharapkan menjadi mitra pemda dalam melawan hoaks dan disinformasi, serta menyajikan informasi yang edukatif serta inspiratif, bukan berita yang memecah belah.

 “Wartawan perlu memiliki standar kompetensi yang diakui dan hasil tulisan yang lebih dipertanggungjawabkan, salah satunya melalui UKW (uji kompetensi wartawan) atau kegiatan-kegiatan lainnya. Untuk itu, agar teman-teman wartawan di Biak Numfor kedepan memperhatikan hal ini,” pesannya. 

 Di akhir sambutannya, Bupati mengajak semua peserta, menjadikan FGD tempat belajar, bertukar pikiran, dan membangun pemahaman yang sama. “Kepada semua teman-teman wartawan jaga kebersamaan, jangan ada kelompok-kelompok wartawan atau membentuk kelompok-kelompok yang pada akhirnya memecah belah persatuan teman-teman sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Biak Numfor #Markus Octovianus Mansnembra