Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Persipura Kini Menanti Putusan Komite Banding PSSI, Apakah Masih Tanpa Penonton?

Yohanes Palen • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:43 WIB
Nampak jumlah penonton saat menyaksikan laga Persipura vs Persiku di Stadion Mandala Jayapura" ( CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)
Nampak jumlah penonton saat menyaksikan laga Persipura vs Persiku di Stadion Mandala Jayapura" ( CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Persipura Jayapura kini masih menanti keputusan akhir Komite Banding PSSI terkait memori banding yang telah resmi diajukan manajemen klub pada 19 Mei 2026 lalu.

Banding tersebut diajukan setelah Persipura menerima lima sanksi dari Komdis PSSI menyusul insiden yang terjadi usai laga babak play-off Liga 2 Persipura vs Adhyaksa dalam perebutan tiket promosi Liga 1 yang digelar di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026) lalu.

Sementara itu, dari seluruh hukuman yang dijatuhkan, sanksi paling berat adalah larangan bermain dengan penonton selama satu musim penuh pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

Hingga kini, Komisi Banding PSSI belum mengeluarkan keputusan final atas memori banding yang diajukan manajemen Persipura. 

Situasi tersebut membuat publik sepak bola di Papua terus diliputi rasa cemas dan harap-harap menunggu hasil akhir.

Masyarakat Papua, manajemen klub, hingga para legenda hidup Persipura berharap hukuman tersebut dapat diringankan.

Banyak pihak menginginkan agar Persipura tetap bisa bermain di hadapan pendukungnya, meski dengan jumlah penonton terbatas dan tetap berada dalam pengawasan ketat Komdis PSSI.

Harapan itu muncul karena dukungan suporter dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan Persipura yang mana saat ini mereka terus berusaha untuk kembali ke Liga 1.

Namun, jika berkaca dari sejumlah kasus sebelumnya, peluang pengurangan sanksi tidak mudah. 

Komdis PSSI pernah menjatuhkan hukuman serupa kepada Persela Lamongan berupa larangan bermain tanpa penonton selama satu musim kompetisi 2025/2026.

Sanksi tersebut dijatuhkan akibat kerusuhan dalam pertandingan Liga 2 saat Persela menjamu Persijap Jepara di Stadion Tuban Sport Center. 

Selain hukuman tanpa penonton, klub berjuluk Laskar Joko Tingkir itu juga dikenai denda sebesar Rp110 juta.

Meski sempat mengajukan banding, Komdis PSSI akhirnya tetap menolak permohonan tersebut sehingga Persela harus menjalani hukuman sesuai keputusan awal.

Kasus lain juga pernah dialami Arema FC pasca Tragedi Kanjuruhan. Komdis PSSI menjatuhkan sanksi larangan menggelar laga kandang dengan penonton serta denda Rp.250 juta akibat kegagalan panitia pelaksana mengantisipasi masuknya suporter ke lapangan usai pertandingan melawan Persebaya Surabaya.

Karena itu, publik Papua kini hanya bisa menunggu keputusan akhir Komdis PSSI sambil berharap banding Persipura mendapat pertimbangan khusus sehingga hukuman yang dijatuhkan dapat lebih ringan.

Jika nantinya sanksi tanpa penonton tetap diberlakukan, maka Persipura harus bersiap menjalani musim depan tanpa dukungan langsung suporter di stadion, sebuah situasi yang tentu akan menjadi tantangan berat bagi tim kebanggaan masyarakat Papua tersebut. (*).

Editor : Yohanes Palen
#pssi #Ceposonline.com #persipura jayapura