Dijuluki “Pak Salib”, Polisi Ini Raih Hoegeng Awards Berkat Pengabdian di Nduga

Elfira Halifa • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 04:38 WIB
Iptu Motalip Litiloly.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLDA PAPUA)
Iptu Motalip Litiloly.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLDA PAPUA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pengabdian di wilayah pedalaman Papua mengantarkan Kasat Samapta Polres Nduga, Iptu Motalip Litiloly, meraih Hoegeng Awards 2026 pada kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas dedikasi Motalip dalam menjalankan tugas sekaligus membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan yang memiliki tantangan geografis dan sosial cukup kompleks.

Iptu Motalip menerima penghargaan tersebut dalam malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

Penghargaan itu tidak lepas dari perjalanan panjang Motalip selama bertugas di Nduga. Sejak 2012, ia telah terlibat dalam tugas pengamanan pascakonflik yang terjadi setelah meninggalnya salah seorang anggota DPRD Nduga.

Di tengah situasi yang sempat memanas, Motalip memilih membangun komunikasi dengan masyarakat melalui pendekatan persuasif.

Ia aktif mendekati tokoh masyarakat dan warga untuk menciptakan ruang dialog sehingga situasi perlahan dapat diredam dan kembali kondusif.

Dalam menjalankan tugas, Motalip memahami adanya trauma sebagian masyarakat Nduga terhadap aparat berseragam. Kondisi tersebut membuatnya memilih pendekatan yang lebih humanis untuk membangun kepercayaan.

Dalam aktivitas sehari-hari, ia kerap berbaur dengan masyarakat menggunakan pakaian sipil. Seragam kepolisian digunakan ketika menjalankan tugas yang membutuhkan kehadiran resmi.

Pendekatan tersebut perlahan membuat kehadirannya diterima masyarakat. Bahkan, warga Nduga memberikan sapaan akrab “Pak Salib” sebagai simbol sosok pelindung yang dianggap selalu hadir memberikan rasa aman.

Kepercayaan masyarakat terhadap Motalip juga terlihat ketika dirinya sempat dimutasi ke wilayah lain. Warga Nduga bahkan dua kali menyampaikan aspirasi agar dirinya tetap ditugaskan di daerah tersebut.

Bagi Motalip, penerimaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah yang memiliki tantangan keamanan dan akses geografis yang tidak mudah.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap dedikasi, ketulusan dan semangat pengabdian personel Polri yang bertugas di wilayah pedalaman Papua.

“Penghargaan Hoegeng Awards 2026 yang diterima Iptu Motalip Litiloly menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polda Papua,”

“Ini membuktikan bahwa pendekatan humanis, ketulusan dalam melayani masyarakat, serta pengabdian tanpa mengenal batas mampu membangun kepercayaan dan menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat,” kata Cahyo, dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos.

Menurutnya, keberhasilan Motalip diharapkan menjadi inspirasi bagi personel Polda Papua lainnya untuk terus mengedepankan profesionalisme, integritas dan nilai-nilai kemanusiaan dalam melaksanakan tugas.

Hoegeng Awards merupakan penghargaan bagi anggota Polri yang dinilai menunjukkan keteladanan, integritas, inovasi dan dedikasi dalam menjalankan tugas. (*)

Editor : Elfira Halifa
tapal batas NDUGA