Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelar Rapat Soal Tapal Batas dan Konflik Sosial di Kapiraya, Pemerintah Siapkan Penanganan Terstruktur dan Terukur

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat memimpin rapat zoom di kantor Gubernur Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat memimpin rapat zoom di kantor Gubernur Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)

CEPOSONLINE.COM — NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, Kabupaten Dogiyai, dan Kabupaten Deiyai menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting guna membahas persoalan tapal batas dan konflik sosial yang terjadi di wilayah Kapiraya.


Advertisement

 

Rapat tersebut melibatkan unsur Forkopimda, pemerintah kabupaten, serta tokoh masyarakat adat dari pihak-pihak yang bersengketa. Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas daerah dalam menyelesaikan konflik secara terstruktur dan terukur.

 

Advertisement

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Tengah, Albertus Adii, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin konflik terus meluas dan berdampak pada stabilitas sosial masyarakat.

 

“Hari ini kami telah melakukan rapat koordinasi bersama tiga kabupaten untuk membahas secara serius persoalan tapal batas dan konflik sosial di Kapiraya. Pemerintah sepakat membentuk tim khusus agar penanganannya terstruktur, terukur, dan tidak berlarut-larut,” ujar Albertus usai mengikuti rapat bersama Gubernur di Kantor Gubernur Papua Tengah, Jumat, (13/2/2026).

Advertisement

 

Ia menjelaskan, masing-masing kabupaten akan membentuk tim penanganan konflik yang bertugas melakukan komunikasi dan negosiasi dengan para pemilik hak ulayat serta tokoh adat, khususnya dari suku Kamoro dan suku Mee.

 

“Pendekatan yang kita lakukan adalah pendekatan adat dan dialog. Tim akan turun melakukan konsolidasi di tingkat masyarakat, kemudian hasilnya akan dibahas bersama di tingkat provinsi untuk dirumuskan menjadi keputusan bersama,” jelasnya.

 

Selain itu, pemerintah juga menyepakati langkah pengendalian situasi guna mencegah konflik semakin meluas. Dalam waktu dekat, akan diterbitkan surat resmi terkait pembatasan sementara sejumlah aktivitas di wilayah Kapiraya.

 

“Untuk menjaga situasi tetap kondusif, akan ada surat resmi terkait pembatasan aktivitas tertentu, termasuk penerbangan dan kegiatan ekonomi yang berpotensi memicu ketegangan. Ini langkah sementara sampai proses penyelesaian tapal batas selesai,” tegas Adii.


Ia juga mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kapiraya, baik Kamoro maupun Mee, untuk menjaga keamanan bersama. Jangan ada tindakan yang merugikan sesama. Konflik ini harus diselesaikan secara damai demi kepentingan bersama,” tandasnya.

 

Pemerintah berharap melalui kerja sama lintas daerah dan pendekatan berbasis dialog adat, konflik sosial di Kapiraya dapat segera diselesaikan secara adil, damai, dan berkelanjutan. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Dijuluki “Pak Salib”, Polisi Ini Raih Hoegeng Awards Berkat Pengabdian di Nduga

Dijuluki “Pak Salib”, Polisi Ini Raih Hoegeng Awards Berkat Pengabdian di Nduga

Pengabdian di wilayah pedalaman Papua mengantarkan Kasat Samapta Polres Nduga, Iptu Motalip Litiloly, meraih Hoegeng Awards 2026 pada kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.

Polisi Angkut 13 Pemuda dalam Penertiban Pesta Miras di Mimika

Polisi Angkut 13 Pemuda dalam Penertiban Pesta Miras di Mimika

Personel gabungan Polres Mimika mengamankan 13 pemuda dalam operasi penertiban aktivitas minuman keras (miras) di kawasan Jalan Koperapoka,

Perjuangkan Aspirasi Rakyat hingga Nasional, Senator Eka Kristina Yeimo Raih Indonesia Future Figure

Perjuangkan Aspirasi Rakyat hingga Nasional, Senator Eka Kristina Yeimo Raih Indonesia Future Figure

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo Murib, meraih

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer