Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pekan Menyusui Dunia, PaPedA dan IPASS Ajak Mama Papua Cegah Stunting Lewat ASI Eksklusif

P
Ketua PaPedA, Ema Kristiana (kiri) didampingi Ketua IPASS Lidia M. Mokay memberikan memberikan keterangan kepada awak media, Senin (3/8/2026). (Ceposonline.com/Priyadi)
Ketua PaPedA, Ema Kristiana (kiri) didampingi Ketua IPASS Lidia M. Mokay memberikan memberikan keterangan kepada awak media, Senin (3/8/2026). (Ceposonline.com/Priyadi)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, SENTANI- Memperingati Pekan Menyusui Dunia, komunitas Papua Peduli ASI (PaPedA) berkolaborasi dengan Ikatan Perempuan Asal Suku Sentani (IPASS) menggelar edukasi tentang pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, gizi seimbang, dan pencegahan stunting di Sentani, Kabupaten Jayapura. Senin (3/8/2026)

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari pengurus IPASS dan perwakilan perempuan dari 24 kampung di Sentani ini menjadi program perdana PaPedA di Kabupaten Jayapura.

 Melalui kegiatan tersebut, para ibu dibekali pengetahuan mengenai pentingnya ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta pemenuhan gizi keluarga dengan memanfaatkan pangan lokal.

Advertisement

Ketua PaPedA, Ema Kristiana, mengatakan Sentani dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki jumlah penduduk yang besar, sehingga ilmu yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di kampung masing-masing.

"Kami berharap mama-mama yang mengikuti kegiatan ini dapat membagikan pengetahuan tentang ASI, gizi seimbang, dan pencegahan stunting kepada keluarga maupun masyarakat. Dengan begitu, kita bisa melahirkan generasi Papua yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas," ujar Ema, yang akrab disapa Mema.

Menurut Ema, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi ibu menyusui adalah kurangnya dukungan dari keluarga dan lingkungan.

Advertisement

 Karena itu, PaPedA mengajak suami, keluarga, masyarakat, hingga pemerintah untuk bersama-sama memberikan dukungan agar para ibu dapat menyusui secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari konselor menyusui dan ahli gizi mengenai teknik menyusui yang benar serta pemanfaatan pangan lokal bergizi, termasuk hasil perikanan Danau Sentani, sebagai sumber nutrisi bagi ibu dan anak. Selain itu, peserta juga menerima paket sembako sebagai bentuk dukungan bagi keluarga.

Sementara itu, Ketua Ikatan Perempuan Asal Suku Sentani (IPAS), Lidia Maria Mokay, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya sangat bermanfaat karena untuk pertama kalinya melibatkan perempuan dari 24 kampung di Sentani dalam edukasi tentang ASI dan gizi.

Menurutnya, ASI eksklusif memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung perkembangan kecerdasan anak. Karena itu, ia mengimbau para ibu agar tetap mengutamakan pemberian ASI dan tidak mudah beralih ke susu formula tanpa alasan medis.

Advertisement

Artikel Terkait

Akhirnya BMKG Akui, Kabut Putih di Jayapura Adalah Asap Kiriman 

Akhirnya BMKG Akui, Kabut Putih di Jayapura Adalah Asap Kiriman 

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan sekitarnya

BPBD Jayapura: Kabut Putih Bukan Asap Karhutla, Itu Akibat Kelembapan Tinggi

BPBD Jayapura: Kabut Putih Bukan Asap Karhutla, Itu Akibat Kelembapan Tinggi

Kabut putih yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Jayapura dalam dua pekan terakhir bukan disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lah

Pembayaran Parkir di Sentani Akan Gunakan QRIS

Pembayaran Parkir di Sentani Akan Gunakan QRIS

Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura mendorong penerapan pembayaran parkir menggunakan QRIS sebagai salah satu upaya mening

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer