CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Para fans maupun pendukung Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 nampaknya boleh bernafas lega. Ini setelah dalam dua laga awal Brasil di Piala Dunia 2026, Neymar Jr masih belum dimainkan.
Top scorer sepanjang masa timnas berjuluk Selecao itu (79 gol) tidak dipaksakan main karena cedera otot betis kanannya rawan kambuh. Tetapi, treinador Brasil Carlo Ancelotti mengindikasikan bahwa Neymar ada kans turun lawan Skotlandia dini hari nanti (25/6/2026).
Ancelotti siap memainkan Neymar sebagai pemain nomor 10 yang bergerak bebas di belakang nomor 9. Publik dan warganet Brasil menjuluki peran tersebut sebagai pemain ”WFE” alias Work From Everywhere. Itu sebagai respons setelah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut Neymar sebagai pemain ”WFH” (Work From Home) selama Piala Dunia 2026.
”Neymar adalah pemain pertama di timnas yang WFH,” seloroh Lula saat berbincang dengan seorang bocah di Belo Horizonte dikutip dari UOL. Brasil membutuhkan kemenangan saat menghadapi Skotlandia pada matchday ketiga Grup C Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB.
Laga ini menjadi penentu posisi akhir grup, dengan Brasil memburu tiket ke babak gugur sementara Skotlandia masih berjuang menjaga asa lolos ke fase berikutnya. Dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan, Brasil memimpin klasemen Grup C. Di sisi lain, Skotlandia menempati posisi ketiga dengan tiga poin setelah meraih satu kemenangan dan satu kekalahan.
Skotlandia datang ke pertandingan ini dengan tekanan besar karena hasil laga akan menentukan nasib mereka di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Steve Clarke wajib meraih hasil positif jika ingin menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Kemenangan 1-0 atas Haiti menjadi modal penting bagi Skotlandia. Namun kekalahan 0-1 dari Maroko memperlihatkan kelemahan mereka saat menghadapi tim yang memiliki kualitas teknis lebih baik dan organisasi permainan yang kuat.
Scott McTominay dan John McGinn masih menjadi tumpuan utama di lini tengah. Keduanya berperan sebagai motor permainan sekaligus sumber energi yang dapat membantu Skotlandia meredam dominasi Brasil.
Editor : Abdel Gamel Naser