CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan memastikan ketersediaan vaksin campak untuk penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang terjadi Kampung Kuper, Distrik Semangga, Merauke. Saat ini, pemerintah bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dan Dinas Kabupaten Merauke tengah mempersiapkan pelaksanaan imunisasi massal bagi anak-anak yang terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB telah dilakukan melalui rapat internal bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. Tim gabungan juga telah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi guna mengetahui penyebaran kasus.
"Terkait tindak lanjut, kami sudah rapat bersama Dinas Kesehatan dan sudah turun ke lapangan bersama kabupaten maupun provinsi untuk melakukan penyelidikan epidemiologi," kata Benedicta Rahangiar, Rabu (24/6/2026).
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI), yakni pemberian imunisasi sebagai respons cepat terhadap kejadian luar biasa campak.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, kebutuhan logistik vaksin telah diajukan kepada Kementerian Kesehatan beberapa minggu lalu.
"Vaksin segera disiapkan. Kami sudah menyampaikan kebutuhan kepada Kementerian Kesehatan dan dalam waktu dekat akan dikirim. Kami menjamin bahwa vaksin tersedia," katanya.
Imunisasi akan diberikan kepada seluruh anak yang terdampak di wilayah sekitar lokasi penyebaran kasus sesuai sasaran program penanggulangan KLB campak.
"Semua anak yang terdampak di sekitar wilayah tersebut akan diberikan imunisasi campak," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Merauke telah menetapkan status campak di wilayah tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena itu, seluruh jajaran kesehatan kini tengah mempersiapkan pelaksanaan imunisasi secara cepat agar penyebaran penyakit dapat segera dikendalikan.
Sekadar diketahui, dari 17 sampel yang dikirim Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke ke Laboratorium Surabaya, Jawa Timur sekitar April 2026 lalu, 9 diantaranya telah diuji dengan hasil positif Campak. Sementara 8 sampel lainnya masih menungu hasil pemeriksaan.
Campak di Kampung Kuper, Distrik Semangga Merauke tersebut dilaporkan pertama kalinya terjadi sekitar bulan Februari 2026 lalu. (*)