Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Dilaporkan 11 Orang  Jadi Korban Kebiadaban OTK  di Area  Camp Kali Fis Kampung Kawe  

Yulius Sulo • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra,  didampingi Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Cristian, Danyonif 803/KYK, serta Kasat Intelkam Polres Boven Digoel, saat  menggelar 
Konferensi Pers terkait kejadian di Area Camp Kali Fius, Kampung Kawe, Pegunungan Bintang,  Kamis (21/5/2026). 


(Humas Polres Boven Digoel/Ceposonline.com)  
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra,  didampingi Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Cristian, Danyonif 803/KYK, serta Kasat Intelkam Polres Boven Digoel, saat  menggelar  Konferensi Pers terkait kejadian di Area Camp Kali Fius, Kampung Kawe, Pegunungan Bintang,  Kamis (21/5/2026).  (Humas Polres Boven Digoel/Ceposonline.com)  

CEPOSONLINE.COM, BOVEN DIGOEL- Sebanyak 11  orang  menjadi korban kebiadaban dari Orang Tak Dikenal (OTK) di Area Camp Kali Fis Kampung Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. 


Dari 11  orang yang jadi korban tersebut, 9 diantaranya telah terverifikasi meninggal dunia, dimana satu orang asli Papua dan delapan orang non Papua. 


Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers  yang digelar Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra,  didampingi Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Cristian, Danyonif 803/KYK, serta Kasat Intelkam Polres Boven Digoel pada Kamis (21/5/2026) dalam press release Jumat (22/5/2026)  

 
Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal di lokasi penambangan Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang.


Kapolres Wisnui Perdana menjelaskan,  kejadian bermula pada Senin, 18 Mei 2026 sekira  pukul 14.00 WIT. 


Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, sekitar lima orang terduga pelaku mendatangi camp korban dengan membawa senjata tajam jenis parang dan busur. 


“Saat itu para korban sedang berada di camp bersama rekan-rekannya. Kelompok tersebut awalnya meminta makan dan minum serta meminta dibuatkan kopi. Namun ketika para korban sedang beristirahat dan memperbaiki mesin penambangan, para pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan busur,” ujar Kapolres.


Akibat kejadian tersebut, sejumlah korban mengalami luka-luka hingga meninggal dunia. Kapolres mengungkapkan bahwa pada awal kejadian pihaknya menerima informasi adanya dua korban. Namun pada hari berikutnya jumlah korban bertambah menjadi tujuh orang dan hingga saat ini diperkirakan total terdapat sebelas korban.


“Dari 11 korban tersebut, sembilan orang telah berhasil diverifikasi meninggal dunia. Delapan diantaranya merupakan Non OAP dan satu orang merupakan OAP,” jelasnya.


Kapolres juga menerangkan bahwa proses evakuasi mengalami kendala akibat adanya penutupan jalur sungai, khususnya Sungai Pisang-Pisang yang menjadi akses utama menuju Tanah Merah.


Meski sempat dibuka setelah dilakukan koordinasi bersama masyarakat dan pihak koperasi pengelola, jalur tersebut kembali ditutup.


Dalam penanganan kasus ini, Polres Boven Digoel menitikberatkan pada penegakan hukum terhadap aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa serta aktivitas penambangan liar yang dinilai berisiko terhadap keselamatan masyarakat.


Diperkirakan masih terdapat sekitar 100-150 orang pengungsi dan penambang yang berada di wilayah Kawe, baik di Kali Fis maupun Sungai Pisang-Pisang. Para pengungsi direncanakan akan diarahkan menuju Dermaga Iwot sebelum selanjutnya diamankan ke Mako Polres Boven Digoel untuk dilakukan pendataan, trauma healing, serta pemeriksaan sebagai saksi.


Kapolres menegaskan bahwa aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengidentifikasi seluruh korban secara akurat serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif. 


 “Kejadian ini menjadi keprihatinan kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Kapolres.


Sementara itu, Dandim 1711/BVD Letkol Inf. Andry Cristian menyampaikan bahwa TNI-Polri telah melakukan berbagai langkah pengamanan, termasuk pengawasan jalur udara dan jalur sungai keluar masuk wilayah Boven Digoel. 


Menurutnya, sejak tahun 2025 pihaknya telah merekomendasikan agar penggunaan helipad alternatif dibatasi dan diarahkan melalui Bandara Tanah Merah guna memudahkan pengawasan keamanan. 


Selain itu, akses transportasi sungai untuk aktivitas pertambangan juga dibatasi dan diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman Distrik Yaniruma dan Distrik Manggelum.


“TNI-Polri memastikan bahwa situasi keamanan di Boven Digoel tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun transportasi,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Boven Digoel turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi yang beredar, khususnya terkait isu-isu yang belum jelas kebenarannya. 


“Kami meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu hoaks maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Tetap tenang dan jangan bereaksi berlebihan,” imbaunya. Kapolres juga meminta para penambang liar yang masih beraktivitas agar segera menghentikan kegiatan dan berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri terdekat demi keselamatan bersama.


Di akhir penyampaiannya, Dandim 1711/BVD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial seperti Facebook, TikTok maupun Instagram yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami memastikan seluruh aktivitas masyarakat di Boven Digoel berjalan aman dan lancar. TNI siap membantu Polres Boven Digoel dalam penertiban serta penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan liar maupun pihak-pihak yang mengancam keselamatan masyarakat,” tutup Dandim. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#penyerangan #meninggal dunia #Ceposonline.com #OTK