CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan menggelar workshop Tentang Tata Kelola Perencanaan Program, Selasa (7/4/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar, ditemui disela-sela worshop tersebut mengungkapkan, kegiatan yang sepenuhnya didanai dari Kementrian Kesehatan RI ini merupakan kerja sama antara Kemenkes-Unhas dan Dinas Kesehatan Papua Selatan .
‘’Program ini bertujuan untuk bagaimana teman-teman di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan menyusun perencanaan dalam bidang kesehatan lebih terinci lagi dan bisa terukur kegiatan-kegiatan sehingga dapat menjawab persoalan-persoalan yang ada di Provinsi Papua Selatan,’’ kata Benedicta Herlina Rahagiar.
Lewat kegiatan ini, lanjut dia, pihaknya akan mempertajam rencana kerja di tahun 2027 dengan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dari tahun 2023 sampai 2026 yang sedang berjalan ini.
Dikatakan, selama ini pihaknya memang menyusun program kerja yang merupakan tugas pokok yang ada di Dinas Kesehatan. Dan hal itu sudah berjalan sesuai visi misi dari gubernur dan wakil gubernur Papua Selatan.
‘’Hanya sekarang kita mempertajam lagi, misalnya mana yang kurang dan kita kasih bobot dan lebih mengenal kepada masyarakat. Sudah berjalan kurang 4 tahun dan teman-teman sudah mampu untuk menyusun program dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di provinsi Papua Selatan,’’ terangnya.
Benedicta Herlina Rahagiar mengaku bahwa Papua Selatan boleh berbangga karena untuk penanganan TB, teman-teman di 4 kabupaten cakupan Papua Selatan sudah bekerja maksimal sehingga sampai hari ini cakupan untuk penemuan kasus, Papua Selatan terbaik ke-9 di seluruh Indonesioa.
‘’Artinya, teman-teman di 4 kabupaten sudah bekerja maksimal. Tinggal bagaimana pasien yang ditemukan TB tersebut untuk pengobatannya dan itu yang sedang kita kejar,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser