Empat Pekerja Proyek Jalan di Tolikara Tewas, Diduga Ditembak OPM

Karolus Daot • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:32 WIB
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto (CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto (CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Empat orang pekerja proyek pembangunan jalan di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, dilaporkan tewas setelah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30 WIT.

Keempat korban masing-masing bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang. Barengga yang merupakan Orang Asli Papua (OAP), serta Alfonds.

 Tiga korban merupakan pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ), sedangkan Barengga merupakan warga setempat yang berada di lokasi kejadian.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan insiden tersebut. Ia menegaskan, berdasarkan hasil investigasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri, aksi penembakan dipastikan dilakukan oleh kelompok OPM.

"Kelompok yang harus bertanggung jawab atas aksi penembakan yang menewaskan empat pekerja proyek jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, adalah OPM pimpinan Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi," tegas Tri Purwanto.

Menurutnya, kelompok bersenjata tersebut menyasar para pekerja PT SHJ yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak perusahaan, yang selanjutnya meneruskan informasi kepada aparat keamanan.

Merespons laporan tersebut, aparat gabungan yang terdiri dari Satgas Yonif 511/DY, Satgas Yonif 136/TS, Koramil Ilu, dan Polsek Ilu bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi di tengah medan yang berat serta potensi ancaman dari kelompok bersenjata.

"Seluruh korban meninggal dunia maupun para pekerja yang selamat berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Tiga jenazah saat ini disemayamkan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sementara satu jenazah lainnya berada di RSUD Tolikara untuk penanganan lebih lanjut. Dalam proses evakuasi tersebut, tidak ada korban dari unsur aparat keamanan," jelas Tri. 

Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi penembakan tersebut. Menurut Tri Purwanto, tindakan yang menyasar warga sipil yang tengah membangun infrastruktur itu tidak hanya merenggut nyawa masyarakat, tetapi juga menghambat percepatan pembangunan serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Saat ini aparat TNI-Polri terus memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian dan melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran aparat keamanan merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi masyarakat, menjaga keberlangsungan pembangunan, serta menciptakan stabilitas keamanan di Tanah Papua.

 "Kami menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak valid," pungkasnya (*)

Editor : Agung Trihandono
tolikara Papua Pegunungan kapendam