Peresmian Gedung Gereja GIDI Jemaat Kimibur Bethel, Klasis Konda Berlangsung Penuh Sukacita

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Sukacita dan ucapan syukur memenuhi hati ratusan umat Tuhan saat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Kimibur (Bethel), Klasis Konda Wilayah Toli, secara resmi meresmikan gedung gereja yang baru pada Selasa, 28 Juli 2026.
Peresmian ini menjadi momentum bersejarah yang menandai lahirnya sebuah rumah ibadah yang dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan, sekaligus menjadi simbol nyata persatuan, iman, dan pengorbanan jemaat dalam membangun pekerjaan Tuhan.
Peresmian tersebut mengangkat tema "Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau" sebagaimana tertulis dalam Mazmur 84:5, yang mengingatkan setiap orang percaya bahwa rumah Tuhan adalah tempat umat memperoleh damai sejahtera, penghiburan, kekuatan, dan pembaruan iman.
Peresmian gedung gereja dipimpin oleh Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Yeremias Wandik, S.Th., didampingi Wakil Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Aten Yikwa, S.Th., M.Th. Pemerintah Kabupaten Tolikara turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara, Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos., M.Si., M.A., yang hadir mewakili Bupati Tolikara bersama Staf Ahli Bupati, Aur Kogoya, serta sejumlah pimpinan OPD, tokoh gereja, tokoh masyarakat, para kader GIDI, Badan Pengurus Klasis Konda, dan jemaat dari berbagai wilayah.
Kehadiran seluruh unsur gereja, pemerintah, dan masyarakat mencerminkan eratnya sinergi dalam membangun kehidupan rohani yang menjadi fondasi bagi pembangunan masyarakat yang damai, bermoral, dan takut akan Tuhan.
Rangkaian acara diawali dengan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Gedung Gereja GIDI Jemaat Kimibur (Bethel). Selanjutnya seluruh jemaat memasuki gedung gereja untuk mengikuti ibadah syukur yang berlangsung dengan penuh khidmat, diwarnai pujian, penyembahan, doa bersama, serta ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sejak peletakan dasar hingga selesainya pembangunan gereja tersebut.
Dalam khotbahnya, Pdt. Manase Wanimbo mengajak seluruh jemaat untuk belajar dari kisah Raja Daud dan Raja Salomo. Ia menjelaskan bahwa Daud memiliki kerinduan besar membangun Bait Allah di Yerusalem. Walaupun Daud tidak diberi kesempatan untuk menyelesaikannya, ia mempersiapkan segala sesuatu dengan penuh kesetiaan, lalu memberkati anaknya, Salomo, yang akhirnya membangun Bait Allah dengan hikmat yang dikaruniakan Tuhan.
Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa pekerjaan Tuhan adalah pekerjaan lintas generasi. Apa yang dipersiapkan oleh satu generasi akan diteruskan oleh generasi berikutnya hingga menghasilkan kemuliaan bagi nama Tuhan.
"Demikian juga Jemaat Kimibur Bethel. Dengan hati yang sehati dan sepikir, jemaat telah membangun rumah Tuhan ini. Kiranya gereja ini menjadi tempat Allah menyatakan kasih, kuasa, dan berkat-Nya kepada setiap orang yang datang beribadah dengan hati yang tulus," ungkap Pdt. Manase Wanimbo.
Ia juga mengingatkan bahwa gedung gereja hanyalah sarana. Yang terpenting adalah kehidupan rohani jemaat sebagai bait Roh Kudus, yang senantiasa hidup dalam kasih, kekudusan, persatuan, dan pelayanan kepada sesama.



