Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Elon Musk Ramal Dunia Tanpa Uang, AI dan Robot Bakal Kerjakan Segalanya

Elfira Halifa • Rabu, 24 Juni 2026 | 05:58 WIB
Elon Musk
Elon Musk

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Elon Musk kembali memicu perdebatan global setelah melontarkan prediksi berani mengenai masa depan ekonomi dunia.

 

Pendiri Tesla dan SpaceX itu meyakini perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robot humanoid suatu saat akan menciptakan kelimpahan ekonomi yang begitu besar hingga uang tidak lagi menjadi sesuatu yang relevan.

 

Pernyataan tersebut muncul di tengah percepatan adopsi AI di berbagai sektor industri. Mulai dari manufaktur, logistik, konstruksi hingga layanan publik, teknologi berbasis AI kini semakin banyak digunakan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

 

Namun menurut Musk, dampak revolusi teknologi ini akan jauh melampaui sekadar efisiensi bisnis.

 

Dilansir dari JawaPos.com, Rabu (24/6/2026), Musk menyampaikan pandangannya melalui platform media sosial X saat menanggapi unggahan mengenai masa depan robot humanoid. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa jutaan robot canggih suatu hari nanti mampu membangun kembali kota-kota hanya dalam hitungan bulan, sementara miliaran robot berpotensi mengubah wajah perekonomian global pada 2045.

 

Menanggapi hal itu, Musk memberikan jawaban singkat namun penuh makna. "Kelimpahan luar biasa untuk semua orang!"

 

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa AI dan robot akan mendorong lonjakan produktivitas dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia.

 

Dalam skenario yang dibayangkan Musk, sebagian besar pekerjaan di sektor manufaktur, logistik, konstruksi, hingga berbagai layanan akan ditangani oleh mesin cerdas dan robot humanoid.

 

Konsekuensinya, biaya produksi berbagai barang dan jasa akan turun drastis sehingga kebutuhan masyarakat menjadi lebih mudah diakses.

 

Gagasan tersebut sejalan dengan proyek robot humanoid Tesla bernama Optimus yang saat ini terus dikembangkan perusahaan.

 

Robot tersebut dirancang untuk mengerjakan tugas-tugas berulang, pekerjaan berat, maupun aktivitas yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi manusia. Tesla bahkan menargetkan Optimus dapat digunakan di pabrik, gudang, perkantoran hingga rumah tangga.

 

Musk berulang kali menyatakan bahwa bisnis robot humanoid berpotensi menjadi aset yang jauh lebih besar bagi Tesla dibandingkan kendaraan listrik yang selama ini menjadi andalan perusahaan.

 

Dalam ajang Abundance Summit 2026, Musk juga mengungkapkan pandangan mengenai masa depan kesejahteraan masyarakat di era AI.

 

"Kita akan memiliki pendapatan tinggi universal."

 

Menurutnya, kemampuan AI dan robot menghasilkan barang serta jasa dalam jumlah sangat besar akan meningkatkan standar hidup masyarakat secara luas, terlepas dari status pekerjaan mereka.

 

Tidak hanya itu, Musk bahkan memperkirakan sistem ekonomi global akan mengalami perubahan mendasar.

 

"Pada suatu titik di masa depan, uang akan berhenti menjadi sesuatu yang relevan."

 

Menurut orang terkaya di dunia tersebut, kapasitas produksi yang didukung AI dan robot suatu saat akan mampu menyediakan hampir seluruh kebutuhan manusia dengan biaya yang sangat rendah. Jika kelimpahan itu benar-benar tercapai, fungsi uang sebagai alat tukar bisa berkurang secara signifikan.

 

Meski menawarkan gambaran masa depan yang optimistis, revolusi AI juga memunculkan kekhawatiran besar terkait nasib tenaga kerja manusia.

 

Sejumlah perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon, Meta, Oracle hingga Tata Consultancy Services terus meningkatkan investasi pada AI sambil melakukan efisiensi tenaga kerja.

 

Fenomena ini memunculkan pertanyaan tentang seberapa cepat masyarakat, dunia pendidikan, dan pemerintah dapat beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

 

Para pengamat menilai tantangan terbesar bukan hanya soal kemampuan teknologi, tetapi juga bagaimana dunia mengelola dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan ketika jutaan pekerjaan mulai tergantikan oleh otomatisasi. (*)

Editor : Elfira Halifa
#ekonomi global