Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Benarkah Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Sepanjang 2026? Purbaya: Uang Kita Banyak!

Weny Firmansyah • Rabu, 8 April 2026 - 17:24 WIB
Masyarakat mengisi BBM bersubsidi Pertalite di SPBU. (ISTIMEWA)
Masyarakat mengisi BBM bersubsidi Pertalite di SPBU. (ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026. 

Kepastian harga BBM subsidi ini didasarkan pada kondisi ketahanan fiskal nasional yang dinilai masih sangat kokoh untuk menanggung beban subsidi.

Dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026), Purbaya meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu miring mengenai kondisi keuangan negara. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menghitung seluruh risiko ekonomi dengan matang.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, jangan berspekulasi bahwa pemerintah kehabisan uang. Uang kita cukup, beunghar, beunghar (kaya raya). Setiap kebijakan yang diambil tentu ada konsekuensi biayanya, dan kami sudah menghitung bahwa itu mencukupi," tegas Purbaya.

Pemerintah tidak sekadar memberikan janji, namun juga telah menyiapkan berbagai skenario buruk.  Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan telah melakukan simulasi jika harga minyak mentah dunia melonjak hingga menyentuh angka USD100 per barel.

Bahkan dalam skenario ekstrem tersebut, stabilitas harga BBM di dalam negeri tetap akan dijaga. 

Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini menjamin bahwa hak masyarakat terhadap subsidi energi tidak akan terganggu.

"Subsidi BBM akan terus diadakan sampai akhir tahun. Kami sudah melakukan exercise dengan harga minyak dunia rata-rata USD100 per barel. Dengan penghematan dan efisiensi di berbagai lini, kami pastikan defisit APBN tetap terjaga di kisaran 2,9%," jelasnya.

Selain mengandalkan penghematan belanja di beberapa sektor, pemerintah ternyata memiliki cadangan dana yang sangat besar.  Purbaya menyebutkan bahwa Indonesia memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp420 triliun.

Dana fantastis ini disiapkan sebagai bantalan fiskal jika terjadi situasi mendesak atau harga energi dunia naik tak terkendali di luar prediksi awal.

"Kalau 'kepepet' bagaimana? Selama suplainya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp 420 triliun dalam bentuk SAL," ucap Purbaya.  "Tapi rasanya masih jauh ke sana," tambahnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#BBM #Purbaya Yudhi Sadewa