Misye penjual kuliner Papua di FDS mengaku, untuk penjualan kuliner khas Papua untuk hari Kamis dan Jumat sudah terlihat meningkat dibanding hari pertama, karena hari kedua dan ketiga pengunjung sudah terlihat ramai dan berbelanja. Ia sendiri berjualan kuliner khas Papua, ulat sagu dan lainnya bisa mendapatkan omzet sampai Rp 1.5 juta per hari.
Misye berharap, ke depan FDS bisa diselenggarakan seperti sebelumnya bisa sampai 5 hari dan promosinya lebih gencar, supaya pengunjung yang datang tidak hanya lokal saja tapi bisa dari luar Kabupaten Jayapura tapi juga luar Papua, bahkan ada yang wisatawan mancanegara karena ini sudah sekelas festival, tentu pengunjung maupun penataan acara harus lebih meriah lagi.
Hal senada jjuga dikatakan Jhosep penjual souvenir khas Papua di FDS. Ia berharap ke depan persiapan panitia dalam menggelar FDS harus benar- benar bisa direncanakan dengan baik. Soal penempatan tenan pelaku usaha juga harus diatur dengan baik. Jangan terkesan terpisah- pisah. Malah yang ditonjolkan jualan yang tidak khas Papua, ada minuman kekinian, bakso, burger, donat dan lainnya.
Sebaiknya panitia bisa mencari pelaku usaha mama Papua yang memang terbiasa membuat kuliner khas Papua dan bisa disajikan saat event ini untuk mengangkat pendapatan mama mama Papua. Selain itu souvenir khas Papua bisa terus dipromosikan dan diketahui banyak orang, sehingga kuliner khas Papua semakin diminati.(dil/ary) Editor : Administrator