Bupati Willem Wandik: Keamanan Adalah Fondasi Pembangunan, Polri Harus Semakin Dekat dengan Masyarakat

CEPOSONLINE.COM, KARUBAGA – Peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tolikara dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan, mempercepat pembangunan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pidatonya pada peringatan HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Bupati Tolikara Willem wandik, , menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Polres Tolikara, atas dedikasi dan pengabdian yang selama ini diberikan kepada masyarakat.
Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa dari sudut pandang pemerintah daerah, Polri bukan sekadar institusi penegak hukum, melainkan mitra strategis pembangunan.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama bagi berlangsungnya pemerintahan, pelayanan publik, investasi, serta pembangunan yang berkelanjutan.
Tanpa situasi yang aman dan kondusif, cita-cita mewujudkan masyarakat yang maju, damai, dan sejahtera akan sulit diwujudkan.
Pemerintah Kabupaten Tolikara memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polres Tolikara yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian dalam menjaga keamanan daerah.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya tampak dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam penyelesaian konflik sosial, pengamanan berbagai kegiatan masyarakat, serta dukungan terhadap program-program pembangunan daerah.
Bupati Willem Wandik juga menilai tema HUT Bhayangkara ke-80, "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", memiliki makna yang sangat mendalam. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh pengabdian Polri harus semakin berorientasi pada kepentingan masyarakat, mengedepankan pendekatan yang humanis, profesional, serta membangun kepercayaan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Willem Wandik menyampaikan lima harapan strategis kepada Polri. Pertama, memperkuat pendekatan humanis dan kultural, khususnya di tengah masyarakat adat Tolikara, sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat. Kedua, meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam penegakan hukum agar mampu menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan siapa pun.
Ketiga, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi percepatan pembangunan. Keempat, meningkatkan kehadiran Polri melalui kegiatan sosial, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat. Kelima, terus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang transparan, responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.



