Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masyarakat Sipil Terus Jadi Korban, MRP Papua Tengah Desak Presiden Evaluasi Total Pasukan Nonorganik di Intan Jaya

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Ketua Pokja Adat MRP Provinsi Papua Tengah, Yulius Wandagau. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 
Ketua Pokja Adat MRP Provinsi Papua Tengah, Yulius Wandagau. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Rentetan korban dari kalangan masyarakat sipil di tengah konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya kembali menjadi sorotan.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Yulius Wandagau, mendesak Presiden Republik Indonesia segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan pasukan nonorganik di wilayah tersebut.

Menurut Yulius, langkah tersebut penting dilakukan agar konflik yang terus berlangsung tidak semakin banyak memakan korban jiwa dari masyarakat yang tidak terlibat dalam pertikaian.

Advertisement

“Kami mendapatkan laporan-laporan mengenai kejadian di Kampung Balamai, Tausiga, dan Danggoa, Kabupaten Intan Jaya, di mana pihak TNI menggunakan drone bersenjata atau orang biasa menyebutnya kamikaze atau drone granat. Penggunaan drone tersebut menyebabkan masyarakat sipil yang tidak bersalah menjadi korban," ungkap Yulius saat diwawancarai di salah satu Cafe di Nabire, Rabu, (1/7/2026).

Menurut Yulius, dalam sebulan terakhir telah terjadi serangkaian insiden yang menimbulkan korban sipil.

“Peristiwa pertama terjadi di halaman gereja katolik Kampung Mbamogo, Intan Jaya yang mengakibatkan empat orang menjadi korban, dengan satu di antaranya meninggal dunia setelah dirujuk ke rumah sakit di Timika,” ujarnya.

Advertisement

Beberapa hari kemudian, insiden serupa kembali terjadi di Kampung Danggoa dan menyebabkan dua perempuan terluka. 

“Salah satu korban bahkan harus menjalani operasi di RSUD Nabire. Selain itu saya juga menerima laporan adanya korban sipil di Kampung Balamai serta rentetan kejadian di empat kampung di wilayah Tausiga pada 26 hingga 28 Juni lalu dan yang jadi korban adalah masyarakat sipil,” ujar Wandagau.

Yulius menambahkan, pada Rabu (1/7/2026), pihaknya kembali menerima informasi mengenai jatuhnya korban jiwa, yakni seorang warga bernama Okto Tigau.

“Saya sangat kecewa karena setiap saat, setiap hari, setiap minggu terjadi konflik bersenjata. Saya mengharapkan terutama kepada TNI, tolong jangan menggunakan drone bersenjata atau kamikaze”

Advertisement

Artikel Terkait

Investasi SDM, Bupati Intan Jaya Launching SSH di Intan Jaya

Investasi SDM, Bupati Intan Jaya Launching SSH di Intan Jaya

Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, meluncurkan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang dipusatkan di

Bupati Aner Maisini Bakal Evaluasi Pejabat Malas dan Kembali ke Sugapa

Bupati Aner Maisini Bakal Evaluasi Pejabat Malas dan Kembali ke Sugapa

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN)

Bupati Aner Fokus Benahi Kinerja, Hak dan Kewajiban Serta Program Nasional 

Bupati Aner Fokus Benahi Kinerja, Hak dan Kewajiban Serta Program Nasional 

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan pentingnya pembenahan kinerja aparatur sipil negara (ASN) sekaligus memastikan proses administra

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer