Gereja Katolik Kutuk Kematian Gembala Elianus Agimbau di Intan Jaya, Pastor Yance: Jangan Jadikan Pelayan Tuhan Sasaran Konflik

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni-Puncak yang membawahi administrasi pemerintahan Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak Papua dan Kabupaten Puncak Jaya di Provinsi Papua Tengah mengutuk keras penembakan yang menewaskan Gembala Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Elianus Agimbau, di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya.
Peristiwa tersebut dinilai mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan semakin memperburuk situasi keamanan di wilayah yang selama ini dilanda konflik.
Pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni-Puncak, Pastor Yance Yogi, Pr, mengatakan Elianus Agimbau merupakan seorang gembala yang selama ini melayani jemaat di Distrik Agisiga.
Karena itu, ia sangat menyayangkan hilangnya nyawa seorang pelayan Tuhan yang seharusnya dilindungi, bukan menjadi korban konflik.
"Elianus benar-benar seorang Gembala Gereja GKII di wilayah Distrik Agisiga. Kita semua yang dipercaya untuk mendekati masyarakat, baik pemerintah, TNI-Polri dan semua pihak, seharusnya hadir secara humanis. Tidak boleh lagi ada korban jiwa," ujar Pastor Yance saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, tugas para pelayan gereja adalah mendampingi masyarakat, membangun harapan, dan menghadirkan kedamaian, bukan menjadi bagian dari konflik.
"Kami hadir untuk melayani, bukan musuh. Tugas kami mendekati masyarakat, berdialog, memberi penguatan, dan menghadirkan kedamaian di tengah situasi yang sulit," tegasnya.
Pastor Yance juga mempertanyakan tindakan aparat yang dinilai tidak memastikan terlebih dahulu identitas korban sebelum mengambil tindakan.
"Sebenarnya kita sebagai orang-orang yang terlatih, dalam hal ini TNI, kenapa tidak bisa memastikan dan melihat situasi keberadaan gembala dan anaknya dalam suasana konflik? Tetapi justru langsung menembak," katanya.
Atas peristiwa tersebut, Pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni-Puncak yang meliputi Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, dan wilayah Ilaga, mengutuk keras pihak yang bertanggung jawab atas kematian Gembala Elianus Alom.



