Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Perang Antar Suku di Wamena 2 Tewas

Administrator • Rabu, 3 Oktober 2018 - 05:22 WIB
Photo
Photo

Masyarakat masih melakukan aksi palang di kampung Pike, Distrik Hubikosi Jayawijaya, dan saling berjaga-jaga, Selasa (2/10). (FOTO: Denny/Cepos)



7 Warga Luka-luka, Beberapa Honay Dibakar


WAMENA-Perang suku terjadi antar warga di Distrik Yalengga dan warga di Distrik Libarek terjadi pada selasa ( 2/10), aksi saling serang ini menyababkan 2 orang warga
meninggal dunia dari Distrik Libarek dan 5 orang warga luka –luka terkena senjata tajam sehingga harus dilarikan ke RSUD Jayawijaya dilakukan sekitar pukul 10.00 Wit .
  Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos dari lapangan menyebutkan, insiden ini terjadi lantaran adanya pemukulan seorang wanita dari Yalengga oleh beberapa pemuda sejak Sabtu (30/9) lalu dan pada Senin (1/10)sekitar 200 orang warga Yalengga melakukan penyerangan ke Distrik Libarek
tepatnya di Kampung Mulima dan melakukan pengoroyokan terhadap Kepala Kampung Mulima Yusup Wilil hingga meninggal dunia sedangkan Korban yang lain belum teridentifikasi dan masih berada di ruang Jenazah RSUD Wamena.
  Akibat konflik ini, akses jalan dari dua distrik tersebut dan dari kabupaten lain seperti Mamberamo Tengah, Yalimo dan Tolikara terputus karena dipalang warga disekitar Pike dan di Libarek.


Konflik antar suku ini menimbulkan kerugian, rumah Honai milik Yusup Wilil dibakar,  begitupun rumah milik Yulianus Wetipo, warga kampung Mulima habis dibakar, termasuk pagar kantor distrik dibakar.


Hingga dengan Pukul 13.23 Wit tadi malam, kedua belah pihak masih berjaga, dan ada aksi untuk melakukan saling menyerang
sementara untuk


5 orang korban luka dilarikan ke RSUD Wamena yakni Huber Alua (50) terkana Luka panah di bagian betis kaki sebelah kanan, Tinus Mumpo (58)  Luka pada bagian tulang belakang akibat kena panah dan parang,  Mina Wandikbo (45) Luka pada bagian tulang belakang akibat kena panah, Olince Togodli (40), Luka pada bagian kepala sebelah kiri dan tangan kiri akibat sabetan parang, Ambuke wandikbo (46) Luka pada bagian telinga kiri dan tangan kanan putus (tulang siku) akibat kena sabetan parang.
   Wakil Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat memantau langsung kondisi korban perang suku di RSUD Wamena mengakui Pemkab Jayawijaya menghimbau kepada masyarakat menghentikan peran antar suku.
  “Saat ini kami  fokus bagaimana korban dievakuasi ke RSUD dahulu untuk tindakan  medis.”ungkapnya kemarin
  Ia berharap kepada masyarakat supaya jangan saling balas-balasan dan bersedia menyelesaikan persoalan ini dengan damai   


  “Untuk jumlah korban dari laporan dari polisi ke kita belum jelas.  Yang kita tahu yang baru ada di kamar mayat
itu dua jenazah dan ada sekitar tujuh orang yang luka-luka,“ jelasnya,
  Sementara, yang lain ia mengaku masih belum terima informasi karena pihak keamanan masih efakuasi pasien yang luka dari Distrik Libarek Maupun Yalengga. Sementara ini laporan dari Polres Jayawijaya  dan kodim 1702 Jayawijaya bahwa massa sudah dibubarkan, “kelompok dari Distrik Yalengga sudah kembali ke daerah mereka dan beberapa titik yang dipalang sudah dibuka. akses jalan ini sudah bisa dilalui.”bebernya.(jo).

Editor : Administrator