Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Tekanan Ekonomi dan Miras Ilegal Picu Lonjakan Kriminalitas di Mimika

Wahyu Welerubun • Rabu, 24 Juni 2026 | 14:04 WIB
Deretan minuman keras ilegal yang berhasil disita oleh Kepolisian Resort Mimika dan hendak dimusnahkan. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Deretan minuman keras ilegal yang berhasil disita oleh Kepolisian Resort Mimika dan hendak dimusnahkan. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kepolisian Resor Mimika mengonfirmasi adanya korelasi kuat antara dinamika ekonomi dan stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. 

Kepolisian mengidentifikasi dua faktor utama yang menjadi katalis meningkatnya angka kriminalitas dalam beberapa waktu terakhir, yakni derasnya peredaran minuman keras (miras) ilegal dan meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengungkapkan bahwa eskalasi tindak kejahatan di wilayah hukumnya berbanding lurus dengan distribusi miras yang tidak terkendali.

Berdasarkan pemetaan kepolisian, mayoritas pelaku tindak pidana konvensional melakukan aksinya di bawah pengaruh alkohol. 

Alhasil, pengendalian rantai pasok miras—khususnya pasar gelap (black market) miras ilegal—kini menjadi prioritas utama intervensi aparat keamanan.

“Peningkatan kriminalitas tentu memiliki korelasi dengan peredaran miras ilegal yang tidak terkontrol,” jelas Billyandha, Rabu (24/6/2026).

Billyandha menambahkan, mitigasi risiko keamanan ini tidak dilakukan dengan menutup total akses, melainkan melalui pengetatan regulasi dan pengawasan distribusi di lapangan guna meminimalisir eksternalitas negatif terhadap ketertiban umum.

Faktor Daya Beli dan Kebijakan Preventif
Selain faktor konsumsi alkohol, Polres Mimika juga menyoroti aspek makroekonomi. Tekanan hidup dan ketimpangan daya beli dinilai menjadi trigger (pemicu) yang mendorong peningkatan deviasi sosial dan tindakan melanggar hukum demi motif ekonomi.

Data kepolisian menunjukkan, tren kejahatan yang menonjol di Mimika dalam beberapa bulan terakhir didominasi oleh tindak pidana bermotif ekonomi, antara lain pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian hewan ternak, hingga pencurian dengan kekerasan (curas).

Menyikapi fenomena ini, Polres Mimika menerapkan strategi ganda. Selain penegakan hukum yang agresif, polisi juga meluncurkan investasi sosial melalui pendekatan preventif guna mengalihkan produktivitas generasi muda.

Sejumlah stimulus aktivitas positif disiapkan, mulai dari turnamen sepak bola, pertandingan bulu tangkis, hingga lomba lari. Langkah ini diambil untuk mereduksi potensi gesekan sosial di tingkat akar rumput akibat pengangguran atau minimnya ruang aktivitas.

“Kami berupaya meminimalisir potensi terjadinya tindak kriminal dengan menghadirkan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat, khususnya kalangan muda,” tuturnya.

Untuk jangka panjang, Polres Mimika menekankan bahwa penurunan kurva kriminalitas tidak bisa dibebankan hanya pada instrumen keamanan. 

Diperlukan bauran kebijakan antara pengetatan tata niaga miras, perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat oleh pemerintah daerah, serta keterlibatan aktif komunitas lokal demi menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Mimika tetap kondusif.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#mimika #MIRAS #Ceposonline.com