Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

9 Orang Sempat Ditahan dan Dipalak di Kali Wania, Polsek Kuala Kencana Gerak Cepat Grebek Lokasi

Wahyu Welerubun • Selasa, 7 April 2026 - 04:03 WIB
Personel Polsek Kuala Kencana saat melakukan penyisiran dan pembongkaran pos pemalangan liar di kawasan Kali Wania, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Senin (6/4/2026). (Ceposonline.com/ Istimewa)
Personel Polsek Kuala Kencana saat melakukan penyisiran dan pembongkaran pos pemalangan liar di kawasan Kali Wania, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Senin (6/4/2026). (Ceposonline.com/ Istimewa)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Suasana siang yang tenang di kawasan wisata Kali Wania, Distrik Kuala Kencana, berubah menjadi mencekam pada Senin (6/4/2026). 

 

Sembilan warga sipil—termasuk enam anak-anak di bawah umur—sempat tertahan dalam ancaman kelompok orang tak dikenal (OTK) bersenjata tajam.

 

Insiden ini memicu respons cepat dari aparat Polsek Kuala Kencana setelah menerima laporan darurat mengenai aksi premanisme brutal dan pemalakan di objek wisata tidak resmi di depan kawasan Cafe Wanal Ban, sebuah lokasi yang populer dengan sebutan Kali Eden.

 

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa drama penyanderaan ini menyasar tiga orang dewasa dan enam anak-anak yang terjebak dalam situasi yang sangat mengintimidasi. 

 

Laporan resmi masuk ke meja kepolisian sekitar pukul 14.00 WIT, melaporkan adanya blokade jalan oleh kelompok OTK yang bersenjatakan parang dan benda tajam lainnya.

 

Berdasarkan rekonstruksi kejadian, para korban yang hendak meninggalkan area pemandian tersebut mendapati jalur mereka telah ditutup secara paksa menggunakan tumpukan kayu. Di sanalah, para pelaku yang diduga berjumlah enam orang mulai melancarkan aksi terornya.

 

“Para pelaku sempat melakukan intimidasi serta mencoba memaksa dua korban perempuan, namun korban melakukan perlawanan sehingga pelaku akhirnya hanya mengambil satu unit handphone dan sejumlah uang tunai sebelum melarikan diri,” jelas Hempy dalam keterangan resminya, Senin malam.

 

Mendapati informasi adanya nyawa warga sipil terancam, tim taktis Polsek Kuala Kencana yang dipimpin langsung oleh Wakapolsek Ipda Daniel Sitawa dan Kanit Reskrim Ipda Kristiyono segera bergerak ke lokasi. 

 

Meski para pelaku berhasil menghilang ke dalam hutan sesaat sebelum petugas tiba, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan represif di lokasi kejadian.

 

Petugas melakukan penyisiran menyeluruh dan mengambil langkah tegas dengan merobohkan pos jaga ilegal yang kerap dijadikan markas untuk aksi pemalangan liar di kawasan tersebut. Sejumlah barang bukti yang tertinggal di lokasi telah diamankan untuk keperluan identifikasi forensik.

 

“Situasi saat ini telah aman dan kondusif, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku,” ungkapnya.

 

Menyikapi eskalasi kriminalitas yang melibatkan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak ini, Polres Mimika mengeluarkan peringatan keras bagi publik. 

 

Masyarakat diimbau untuk menghentikan seluruh aktivitas rekreasi di kawasan Kali Wania/Eden hingga waktu yang tidak ditentukan, mengingat tingginya risiko kerawanan keamanan di lokasi tersebut. (*)

Editor : Agung Trihandono
#mimika papua tengah #Ceposonline.com #wisata