Kadis Pertanian Akui Kekeringan Berpotensi Terjadi Gagal Panen  

Yulius Sulo • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:47 WIB
Josefa Louise Rumaseuw
Josefa Louise Rumaseuw

 
CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Merauke mulai berdampak pada sektor pertanian. Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah lahan sawah mengalami kekeringan dan berpotensi gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke Josefa Louise Rumaseuw menjelaskan, saat ini petani tengah memasuki musim tanam (MT) III tahun 2026. Namun, curah hujan yang minim selama beberapa bulan terakhir membuat pasokan air untuk lahan pertanian berkurang.

"Sebagian besar lahan yang sudah ditanami mengalami kekeringan. Di kawasan SP 8 bahkan sudah dilaporkan sekitar 5  hektare lahan berpotensi gagal panen akibat kekurangan air," kata Josefa Rumaseuw, kepada wartawan di Merauke, Rabu (29/7/2026). 
  
Josefa menjelaskan, untuk mengurangi dampak kekeringan, pemerintah daerah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas PUPR, dan instansi terkait melakukan berbagai langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi penyediaan pompa air serta rehabilitasi saluran irigasi di sejumlah lokasi yang masih memiliki sumber air.

Meski demikian, diakuinya, rehabilitasi jaringan irigasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga penanganan terus dilakukan secara bertahap.

Menurutnya, tidak semua wilayah dapat melaksanakan musim tanam ketiga. Beberapa lahan, terpaksa harus ditanami jagung karena kondisi kekeringan tersebut, seperti di Kawasan Distrik Jagebob.  
 
Sementara itu, terkait program tanam serentak di Kawasan Kampung Waninggap Kai yang sebelumnya ditargetkan mencapai 1.650 hektare, Josefa  mengaku masih terus berjalan. Namun pihaknya memfokuskan untuk tanam pada lahan  sekitar 1.000 hektare dengan pendampingan intensif dari Dinas Pertanian di sejumlah sentra produksi pangan seperti Waninggap, Kurik, dan Muram Sari.

"Kami terus berupaya agar target tersebut dapat tercapai, namun syarat utamanya adalah ketersediaan air yang memadai," katanya.

Meski ada ancaman gagal panen di beberapa lokasi, Dinas Pertanian memastikan kondisi tersebut belum memengaruhi ketersediaan beras di Kabupaten Merauke. Produksi dari wilayah lain seperti Kurik masih mampu menutupi kekurangan hasil panen di daerah yang terdampak kekeringan.
"Stok beras di Kabupaten Merauke masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kekurangan beras," tegasnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
merauke papua Ceposonline.com panen petani