Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kadis Pertanian Akui Kekeringan Berpotensi Terjadi Gagal Panen  

Y
Josefa Louise Rumaseuw
Josefa Louise Rumaseuw

Advertisement

 
CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Merauke mulai berdampak pada sektor pertanian. Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah lahan sawah mengalami kekeringan dan berpotensi gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke Josefa Louise Rumaseuw menjelaskan, saat ini petani tengah memasuki musim tanam (MT) III tahun 2026. Namun, curah hujan yang minim selama beberapa bulan terakhir membuat pasokan air untuk lahan pertanian berkurang.

"Sebagian besar lahan yang sudah ditanami mengalami kekeringan. Di kawasan SP 8 bahkan sudah dilaporkan sekitar 5  hektare lahan berpotensi gagal panen akibat kekurangan air," kata Josefa Rumaseuw, kepada wartawan di Merauke, Rabu (29/7/2026). 
  
Josefa menjelaskan, untuk mengurangi dampak kekeringan, pemerintah daerah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas PUPR, dan instansi terkait melakukan berbagai langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi penyediaan pompa air serta rehabilitasi saluran irigasi di sejumlah lokasi yang masih memiliki sumber air.

Advertisement

Meski demikian, diakuinya, rehabilitasi jaringan irigasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga penanganan terus dilakukan secara bertahap.

Menurutnya, tidak semua wilayah dapat melaksanakan musim tanam ketiga. Beberapa lahan, terpaksa harus ditanami jagung karena kondisi kekeringan tersebut, seperti di Kawasan Distrik Jagebob.  
 
Sementara itu, terkait program tanam serentak di Kawasan Kampung Waninggap Kai yang sebelumnya ditargetkan mencapai 1.650 hektare, Josefa  mengaku masih terus berjalan. Namun pihaknya memfokuskan untuk tanam pada lahan  sekitar 1.000 hektare dengan pendampingan intensif dari Dinas Pertanian di sejumlah sentra produksi pangan seperti Waninggap, Kurik, dan Muram Sari.

"Kami terus berupaya agar target tersebut dapat tercapai, namun syarat utamanya adalah ketersediaan air yang memadai," katanya.

Advertisement

Meski ada ancaman gagal panen di beberapa lokasi, Dinas Pertanian memastikan kondisi tersebut belum memengaruhi ketersediaan beras di Kabupaten Merauke. Produksi dari wilayah lain seperti Kurik masih mampu menutupi kekurangan hasil panen di daerah yang terdampak kekeringan.
"Stok beras di Kabupaten Merauke masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kekurangan beras," tegasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Ayah Julia Risky Ramadiana Ditetapkan  Sebagai  Tersangka Pembunuhan Berencana  

Ayah Julia Risky Ramadiana Ditetapkan  Sebagai  Tersangka Pembunuhan Berencana  

Polres Merauke akhirnya menetapkan MRP, ayah dari almarhumah Julia Risky Ramadiana, sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya anak berusia

Dinilai Tak Becus, Kepsek SD YPPK Kalwa Padua Dicopot

Dinilai Tak Becus, Kepsek SD YPPK Kalwa Padua Dicopot

 Pemerintah Kabupaten Merauke akhirnya mencopot Kepala Sekolah SD YPPK Kalwa, Distrik Padua.

Tujuh ABK KM Sinar Bahari 55 Dipulangkan  Setelah Diamankan Patroli PNG, Satu Lebih Dulu Tiba di Merauke

Tujuh ABK KM Sinar Bahari 55 Dipulangkan  Setelah Diamankan Patroli PNG, Satu Lebih Dulu Tiba di Merauke

Tujuh anak buah kapal (ABK) KM Sinar Bahari 55 yang sempat diamankan otoritas Papua Nugini (PNG) setelah kapal mereka mengalami kerusakan mesin dan hanyut memasuki wilayah negara tersebut, akhirnya dipulangkan ke Indones

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer