Sebulan Dikepung Batu Apung, Pengelola Pantai Hamadi Mulai Rasakan Dampaknya

Elfira Halifa • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 04:48 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Bagi wisatawan, tumpukan batu apung dan sampah plastik di Pantai Hamadi mungkin hanya mengurangi keindahan panorama.

Namun, bagi para pelaku usaha di kawasan tersebut, fenomena yang berlangsung hampir satu bulan terakhir itu menjadi ancaman bagi mata pencaharian mereka.

Setiap pagi dan sore, para pengelola pantai rutin menyapu dan memunguti sampah. Sampah-sampah tersebut dikumpul dengan menggunakan karung-karung beras berukuran besar untuk diangkut dari bibir pantai.

Salah satunya adalah Ibu Ondi, pemilik sekaligus pengelola kawasan wisata Pantai Hamadi. Bersama keluarganya, ia mengaku menghabiskan sebagian besar waktu hanya untuk membersihkan pantai agar tetap layak dikunjungi wisatawan.

"Setiap hari pekerjaan kami hanya bersih-bersih sampah dan batu apung. Kalau tidak dibersihkan, pengunjung pasti tidak mau datang. Padahal, penghasilan kami hanya bergantung dari pantai ini," ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/7/2026).

Dalam sehari, belasan karung sampah plastik berhasil dikumpulkan. Namun, upaya tersebut seperti tidak pernah selesai. Saat air laut kembali pasang, batu apung dan sampah kembali memenuhi garis pantai.

Fenomena ini perlahan mulai memukul sektor wisata. Ondi mengaku jumlah wisatawan menurun dalam beberapa pekan terakhir karena banyak pengunjung memilih mengurungkan niat berlibur setelah melihat kondisi pantai yang dipenuhi material apung dan limbah.

"Mungkin karena mereka (wisatawan) melihat pantai ini kotor dengan sampah dan batu apung ini, jadi tidak tertarik lagi datang," katanya.

Untuk mengurangi tumpukan batu apung, pengelola memanfaatkan sebagian material tersebut sebagai pengeras area parkir.

Meski membantu, cara itu belum mampu mengimbangi volume batu apung yang terus terbawa arus laut. (*)

Editor : Elfira Halifa
batu apung pantai hamadi