Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BREAKING NEWS: Ribuan Batu Asing Serang Pantai Hamadi, Dikaitkan dengan Gunung Berapi 

J
Penulis: Jimianus Karlodi❯
Kondisi terkini bibir Pantai Hamadi, tanpak dipenuhi tumpukan batu apung dengan limbah sampah plastik, bekas wadah minuman, hingga potongan batang kayu, Senin (27/7/2926)
Kondisi terkini bibir Pantai Hamadi, tanpak dipenuhi tumpukan batu apung dengan limbah sampah plastik, bekas wadah minuman, hingga potongan batang kayu, Senin (27/7/2926)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Warga dan pengelola Pantai Hamadi beberapa hari terakhir dikejutkan dengan munculnya batu-batu asing. Kawasan pesisir ini dipenuhi tumpukan batu. Hanya saja jika selama ini batu selalu tenggelam jika di berada di air namun kali ini batu tersebut justru mengapung dengan berbagai ukuran. Bebatuan ini muncul begitu saja setelah terbawa arus laut. 

Pantauan langsung di lokasi kejadian Senin (27/7/2026), material batu apung membentang luas di sepanjang garis pantai. Di atasnya, berserakan berbagai jenis limbah plastik sekali pakai mulai dari gelas kemasan, botol, kemasan makanan, hingga barang rumah tangga bekas. 

Kondisi ini membuat pemandangan destinasi wisata andalan masyarakat Jayapura tersebut terkesan kotor, kumuh, dan merusak nilai estetika keindahan pantai secara signifikan.

Advertisement

Ibu Ondi, seorang warga setempat yang sehari-hari bertindak sebagai pemilik sekaligus pengelola area wisata Pantai Hamadi mengaku lelah lelah. Ia dan keluarga harus bekerja ekstra keras setiap hari membersihkan. Dampaknya pengunjung sepi karena tak bisa mandi.
"Setiap hari pekerjaan kita hanya untuk bersih-bersih sampah dan batu ini saja. Mau bagaimana lagi, sumber penghasilan kita hanya dari sini saja. Kalau kita tidak bersih-bersih, pasti pelanggan tidak mau berwisata di sini," ungkap Ibu Ondi pasrah saat memberikan keterangan kepada Cenderawasih Pos.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, memberikan penjelasan mengenai asal-usul material tersebut dari kacamata oseanografi. Menurut Heri, fenomena ini merupakan bagian dari pergerakan material apung berskala regional yang terbawa oleh arus laut di wilayah perairan utara Papua. 

Sebelum menyapu dan mengendap di pesisir Jayapura, material serupa telah lebih dulu menerjang wilayah pesisir lainnya. "Peristiwa itu terjadi setelah sebelumnya terjadi di pesisiran Kabupaten Sarmi dan Biak Numfor. Karena arus bergerak secara langsung membawa material apung tersebut ke perairan utara," terang Heri. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Gunung di Pulau Jawa Berstatus Siaga, Masyarakat, di Kawasan Rawan Bencana, Perlu Waspada

Tiga Gunung di Pulau Jawa Berstatus Siaga, Masyarakat, di Kawasan Rawan Bencana, Perlu Waspada

Kondisi tiga gunung di pulau jawa masing-masing Gunung Semeru, Gunung Anak Krakatau, dan Gunung Merapi dilaporkan dalam status siaga atau

Terbuka Peluang untuk Lulusan Ilmu Kebencanaan di Formasi CPNS 2027

Terbuka Peluang untuk Lulusan Ilmu Kebencanaan di Formasi CPNS 2027

Indonesia merupakan negara yang menghadapi berbagai risiko bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, longsor, erupsi gunung api hingga bencana

Enam Gunung Api Erupsi Beruntun, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Bumi?

Enam Gunung Api Erupsi Beruntun, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Bumi?

Fenomena erupsi beruntun sejumlah gunung api di Indonesia memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik. Salah satunya mengaitkan aktivitas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer