Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Terkendala BBM, Sampah di Sentani Baru Diangkut Setelah Tiga Hari Menumpuk 

Rohana Wenggi • Kamis, 2 Juli 2026 | 08:07 WIB
Terlihat tumpukan sampah yang mulai dibersihkan oleh petugas DLHK, selama tiga hari tidak diangkut karena kendala BBM, Kamis (2/7/2026).(CEPOSONONLINE.COM/ROHANA WENGGI)
Terlihat tumpukan sampah yang mulai dibersihkan oleh petugas DLHK, selama tiga hari tidak diangkut karena kendala BBM, Kamis (2/7/2026).(CEPOSONONLINE.COM/ROHANA WENGGI)

CEPOSONLINE.COM, SENTANI - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Jayapura kembali mengoperasikan armada pengangkut sampah di wilayah Sentani dan sekitarnya setelah sempat terhenti selama tiga hari akibat terkendala pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Pelaksana Tugas Kepala DLHK Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, menjelaskan sejak Senin hingga Rabu pihaknya tidak dapat melakukan pengangkutan sampah karena tidak memperoleh solar subsidi.

“SPBU Lasminingsih Hawai Sentani tidak lagi menjual solar subsidi karena mendapat sanksi dari Pertamina. Akibatnya, kami tidak bisa mengangkut sampah,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Setelah berkoordinasi dengan pihak SPBU, DLHK akhirnya dapat kembali mengoperasikan armada pengangkut sampah dengan menggunakan BBM non-subsidi jenis Dexlite.

“Kami membeli Dexlite dengan harga Rp23.500 per liter. Pembelian disesuaikan dengan anggaran yang ada, jadi biasanya kami beli solar subsidi sebanyak 35 liter, ini sesuaikan satu armada kurang lebih 10 liter, dengan harap agar pelayanan pengangkutan sampah bisa kembali berjalan,” katanya.

Salmon menambahkan, sejak Kamis pagi petugas DLHK telah mulai mengangkut sampah di Kota Sentani dan wilayah sekitarnya.

Namun, proses pembersihan membutuhkan waktu karena volume sampah yang menumpuk selama tiga hari cukup banyak, sementara jumlah armada pengangkut masih terbatas.

“Rata-rata di setiap lokasi terdapat sekitar satu truk sampah yang harus diangkut. Karena armada kami terbatas, proses pengangkutan dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.(**)

Editor : Elfira Halifa
#Kabupaten Jayapura #Ceposonline.com