Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Terseret Arus Sungai, Seorang Warga Boven Digoel Dilaporkan Tenggelam  

Yulius Sulo • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB
Tim SAR Gabungan saat melakukan upaya pencarian terhadap seorang warga Boven Digoel yang tenggelem dan terseret arus Sungai Boven Digoel, Rabu (24/6/2026)  
(JHumas SAR Merauke/Ceposonline.com)  
Tim SAR Gabungan saat melakukan upaya pencarian terhadap seorang warga Boven Digoel yang tenggelem dan terseret arus Sungai Boven Digoel, Rabu (24/6/2026)   (JHumas SAR Merauke/Ceposonline.com)  

CEPOSONLINE.COM, BOVEN DIGOEL – Seorang pemuda bernama Emilyanus (24) dilaporkan tenggelam setelah terseret arus di Sungai Digoel, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Rabu (24/6/2026). Hingga Rabu siang, tim gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Laporan kejadian diterima Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Boven Digoel pada pukul 10.50 WIT dari seorang warga bernama Rensi Kondam. Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekira pukul 09.00 WIT.

Sebelumnya, sekitar pukul 08.35 WIT, korban terlihat berenang di kawasan Sungai Digoel. Namun, tidak lama kemudian warga melihat korban tiba-tiba tenggelam dan terseret arus sungai.

Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan dengan melakukan pencarian secara mandiri. Namun derasnya arus sungai membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil, sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke Pos SAR Boven Digoel.

Menindaklanjuti laporan itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, langsung menginstruksikan personel Pos SAR Boven Digoel untuk bergerak menuju lokasi kejadian.

‘’Pada pukul 11.10 WIT, tim rescue diberangkatkan ke lokasi yang berjarak sekitar 3,46 kilometer dari Pos SAR Boven Digoel untuk melakukan operasi pencarian,’’ kata Rudi.  

Rudi menjelaskan, operasi SAR ini melibatkan personel Pos SAR Boven Digoel, Polres Boven Digoel, Polsek Mandobo, nelayan setempat, serta keluarga korban.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan satu unit perahu karet (rubber boat), satu unit truk personel, satu unit sepeda motor trail, dua unit handy talkie (HT), satu unit GPS tracker, dan satu unit telepon satelit guna mendukung kelancaran pencarian di lapangan.

Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG, kondisi di lokasi pencarian mengalami hujan lokal dengan suhu udara berkisar 23 hingga 29 derajat Celsius. Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 8–30 kilometer per jam dan tidak terdapat peringatan dini cuaca.

‘’Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan,’’ tambahnya.  (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Ceposonline.com #Boven Digoel Papua Selatan