CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Korban pembantaian oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dengan melakukan pembunuhan terhadap 9 orang sipil yang sudah teridentifikasi meninggal dunia di Camp Kali Fis, Kampung Kawe masuk dalam wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, namun rencana evakuasi jenazah para korban tersebut akan dilakukan lewat Kabupaten Boven Digoel.
Dandim 1711/BVD Letkol Inf. Andry Christian dihubungi media ini lewat telpon selulernya mengungkapkan, rencana evakuasi jenazah para korban lewat Boven Digoel ini karena lebih mudah ketimbang lewat Kabupaten Pegunungan Bintang.
‘’Sebenarnya, wilayah itu (Kawe,red) masuk wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.
Tapi karena masalah kemanusiaan, maka rencananya evakuasi akan kita lakukan lewat Boven Digoel. Karena lewat Boven Digoel masih lebih mudah dibanding lewat Kabupaten Pegunungan Bintang,’’ tandas mantan Danyon 755/Yalet ini lewat telpon selulernya, saat dihubungi, Jumat (22/5/2026).
Soal tim evakuasi yang akan diberangkankan ke lokasi kejadian, Dandim Andry Christian, belum bisa memastikan, karena menurutnya masih terus dimatangkan.
‘’Saya juga belum bisa memastikan apakah hari ini atau besok. Karena ini juga belum A1. Karena semua butuh perencanaan dan pertimbangan yang matang. Jangan sampai kita salah langkah. Karena dihadapkan dengan kondisi transportasi kita dengan akses yang terbatas, kondisi keamanan dan jarak yang memang cukup jauh. Memang kita butuh perencanaan yang matang,’’ teragnya.
Soal para penambang yang diperkirakan melakukan eksodus perjalanan dari Camp Kali Fis Kampung Kawe menuju Boven Digoel, Dandim menjelaskan bahwa sebenarnya jalan masih tertutup.
Namun pihaknya telah mempersiapkan Tim baik dari Polres, Kodim maupun di Satgas di pelabuhan Iwot, Tanah Merah untuk menyambut adanya pengungsi dari para penambang tersebut.
‘’Kita juga sudah siapkan Tim trauma healing bagi para pengungsi itu. Tentu dengan kejadian itu, mereka mengalami trauma sehingga kita siapkan trauma healing,’’ tandasnya. (*)