Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Amankan Kepulauan Mapia, 20 Satgas Pam Pulau Terluar Dikirim 

Administrator • 2019-11-25 13:46:07
Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) pengamanan pulau terluar yang juga adalah Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Bahman menyalami 20 personil Satgas Pam Pulau Terluar, kemarin. (Fiktor/Cepos)
Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) pengamanan pulau terluar yang juga adalah Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Bahman menyalami 20 personil Satgas Pam Pulau Terluar, kemarin. (Fiktor/Cepos)

BIAK-Sebanyak 20 personel TNI  yang tergabung Satuan Tugas (Satgas)  Pam Pulau Terluar kembali dilepas di Dermaga Pelabuhan Biak, kemarin. Pelepasan Satgas Pam Pulau Terluar ke wilayah Kepulauan Mapia itu dilakukan langsung oleh Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) pengamanan pulau terluar yang juga adalah Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Bahman.


  Ke 20 personel yang tergabung dalam Pam Satgas Pulau Terluar  sebanyak 10 diantaranya adalah prajurit TNI AD dan 10 personel lainnya adalah prajurit marinir TNI AL. Dalam menjalankan tugasnya kurang lebih Sembilan bulan, Satgas Pam Pulau Terluar ini  dipimpin  langsung oleh Kapten (Mar) Dani Tristian .


  “Bagi prajurit tugas (Satgas) Pam adalah suatu kehormatan dan kebanggaan. Oleh karena itu, pajurit yang diberikan amanah tergabung dalam Satgas tentunya diminta supaya tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam menjalankan kepercayaan itu sebaik-baiknya,” pesan Danrem yang juga ikut mengantar Satgas Pam tersebut dengan menggunakan KRI Teluk Parigi 539 ke wilayah Kepulauan Mapia.


  Dikatakan, bahwa tantangan terberat yang menjadi kendala utama bagi Satgas adalah faktor alam, selain wilayahnya yang sulit dijangkau dari sarana transportasi, fasilitas lainnya sebagai sarana pendukung dalam pelaksanaan tugas juga sangat terbatas. Meski demikian, setiap prajurit yang  diberi mandat tergabung dalam Satgas  wajib mematuhi protap operasi yang berlaku dalam pelaksanaan tugas dan sejumlah tugas lainnya.


   Sekedar diketahui, Danrem  bersama dengan rombongan, Dandim 1708/BN dan sejumlah prajurit lainnya juga ikut mengantar ke-20 Satgas Pam tersebut sekaligus melihat secara langsung kondisi dan situasi di wilayah Pulau terluar, khususnya di wilayah kepulauan Brasi dan Fanildo Kepulauan Mapia.(itb/tri)

Editor : Administrator